Heli TNI Jatuh di Poso, Kapolri: Bukan Karena Teroris

643
Pesona Indonesia
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Foto: dok jpnn/jpgrup
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Foto: dok jpnn/jpgrup

batampos.co.id – Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti menyatakan bahwa helikopter Bell 412 EP milik TNI-AD yang mengalami kecelakaan di Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3), jatuh di wilayah aman. Karenanya ia memastikan alat utama sustem persenjataan (alutsista) TNI itu jatuh bukan akibat serangan teroris.

“Kalau serangan dipastikan tidak ada karena itu bukan daerah rawan tapi pemukiman dekat bandara,” kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/3).

Sedianya helikopter yang membawa itu mendarat di Stadion Poso yang berada di Kecamatan Poso Pesisir, Poso. Menurut Badrodin, 13 prajurit TNI termasuk sejumlah anggota Kopassus yang ada di helikopter itu baru saja bertugas di Desa Napu, Poso.

“Informasi yang diterima habis melaksanakan briefing di Napu, kemudian akan kembali ke Poso dan itu sudah masuk ke kota Poso,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, helikopter TNI AD itu membawa 13 orang termasuk pilot dan kopilot. Mereka berangkat dari Desa Napu sekitar pukul 17.20 WITA.

Rencananya helikopter itu tiba di stadion Poso pukul 17.50 WITA.  Namun sayang, heli yang mereka tumpangi jatuh karena faktor cuaca sehingga menyebabkan alutsista buatan Bell Helicopter itu jatuh di areal perkebunan di Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah. (Mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar