Ini 7 Perwira TNI yang Tewas Akibat Heli yang Ditumpangi Jatuh

672
Pesona Indonesia
ilustrasi helikopter TNI
ilustrasi helikopter TNI

batampos.co.id – Keluarga besar TNI berduka. Tujuh perwira yang menumpangi helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh pada Minggu (20/3/206) pukul 17.55 WITA, di perkebunan Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, tewas.

Ketujuh perwira itu yakni:

1.  Danrem Kolonel Inf Syaiful Anwar.

2.  Kolonel Inf Ontang (BIN).

3.  Kolonel Inf Herry (Bais).

4.  Letkol Cpm Teddy (Dandenpom Palu),

5.  Mayor Faqih (Kapenrem).

6.  Kpt Yanto (Dokter Korem).

7.  Prada Kiki

Tak hanya menewaskan 7 perwira TNI, enam kru pesawat lainnya juga tewas. Mereka adalah:

1. Pilot Kapten Cpn Agung.

2. Letnan dua Cpn Tito.

3. Co-pilot, Sertu Bagus.

4. Mekanik, Serda Karmin.

5. Mekanik dan Pratu Bangkit (Avionic)

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman mengungkapkan bahwa penyebab jatuhnya heli diduga karena faktor cuaca.

“Cuaca lagi buruk saat itu,” kata Kapuspen TNI saat jumpa pers di Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (20/3/2016) malam.

Dia menjelaskan, sekitar pukul 17.20 WITA heli yang berpenumpang 13 awak berangkat dari Desa Napu menuju Poso. Dia menambahkan, tujuan mereka ialah mendarat di sebuah stadion di Kecamatan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah.

“Jarak tempuh 35 menit. Sementara lokasi jatuhnya heli, masih ada sisa 10 menit penerbangan,” terangnya.

Mengenai isu serangan kelompok Santoso akibat jatuhnya heli, Tatang menampiknya. Menurutnya, heli masih berada di ketinggian yang tidak bisa dicapai oleh senjata.

“Posisi heli masih tinggi. Kita masih menduga bahwa itu karena faktor cuaca,” tandas dia. (Mg4/mas/jpnn)

Respon Anda?

komentar