Ini Hasil Uji Kebohongan Wardiaman, Terdakwa Pembunuh Nia

2117
Pesona Indonesia
Wardiaman Zebua, terdakwa pembunuh Nia saat tiba di PN Batam, Senin (21/2/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Wardiaman Zebua, terdakwa pembunuh Nia saat tiba di PN Batam, Senin (21/2/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga membacakan hasil uji kebohongan (lie detector) Wardiaman Zebua, terdakwa pembunuh Dian Milenia Trisna Afiefa alias Nia, siswi SMAN 1 Batam.

Uji kebohongan yang dilakukan di Mabes Polri itu menyebutkan kalau Wardiaman menyangkal memperkosa dan membunuh Nia.

“Apakah kamu membunuh Nia di Seiladi?” bunyi pertanyaan itu. Wardiaman menjawab, “tidak.” Kemudian, “Apakah menusuk leher korban?” bunyi pertanyaan berikutnya seperti yang ditirukan JPU Bani Imanuel Ginting. Wardiaman menjawab,”tidak.”

Namun rupanya, jawaban tidak pada saat uji kebohongan itu diartikan polisi kalau Wardiaman berbohong. Artinya, polisi menyimpulkan kalau Wardiaman membunuh dengan cara menusuk leher Nia di Seiladi.

JPU menyebut, akibat perbuatan Wardiaman menghilangkan nyawa orang lain, maka pada dakwaan primer, Wardiaman diancam pidana penjara mati atau seumur hidup sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP.

Kemudian dakwaan kedua subsider, Wardiaman diancam pasal 339 KUHP (suatu pembunuhan yang diikuti,disertai atau didahului dengan perbuatan/tindak pidana lain yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau memudahkan perbuatan pembunuhan tersebut).

Kemudian pasal 80 ayat (3) UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200 juta rupiah).Lalu pasal 81 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahaan atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (eggi/nur)

Respon Anda?

komentar