Kepri Bidik 5.000 Yachter Singapura, Dubes RI Siap Bantu Promosi

433
Pesona Indonesia
Kapal yacht dari luar negeri sedang berlayar di perairan Pulau Benan, Lingga. foto:hasbi/batampos
Kapal yacht dari luar negeri sedang berlayar di perairan Pulau Benan, Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri membidik 5.000 yachter Singapura. Terkait keinginan tersebut, Kedutaan Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura siap membantu untuk mempromosikan pariwisata bahari Kepri di Singapura.

“Target kita adalah Kepri menjadi gerbangnya pariwisata bahari Indonesia. Dihapusnya Clearance Approval For Indonesian Territory (CAIT)menjadi semangat baru bagi pariwisata bahari Kepri,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (20/3).

Apalagi saat ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata sudah mengeluarkan laman web resmi untuk pendaftaran masuknya kapal-kapal yacht asing ke Indonesia secara online. Lebih lanjut katanya, dari 18 pintu masuk kapal yacht ke Indonesia, Kepri memiliki dua pintu masuk. Yakni Pelabuhan Nongsa Point Marina (NPM) dan Pelabuhan Bintan Telani, Bintan.

Guntur juga mengingkatkan kepada pihak keamanan, juga untuk paham teknologi, karena pendaftaran sudah dilakukan secara online. Meskipun ditentukan untuk membawa kertas hasil pendaftaran secara online, akan tetapi karena kecanggihan teknologi sudah bisa di-capture. Dalam sosialisasi beberapa waktu lalu, juga sudah disampaikan kepada pihak-pihak keamanan terkait. Baik itu, TNI, Polri, Bea Cukai, maupun imigrasi.

“Dua pelabuhan tersebut bisa menjadi entri point dan exit point bagi kapal-kapal yacht Singpura yang ingin menjalahi keindahan bahari Provinsi Kepri,” jelas Guntur.

Lebih lanjut, katanya, tahun 2016 ini dunia pariwisata Provinsi Kepri perlu kerja keras bersama, pasalnya Kepri harus meraih target 2,6 juta wisman. Memang saat ini, wisatawan Singpura berada di urutan terdepan yang datang berkunjung ke Kepri.

“Kalau tahun yang lalu, 1,7 wisman Singapura datang ke Kepri. Dengan adanya kemudahan masuknya kapal yacht, setidaknya harus bertambah nilainya,” jelasnya lagi.

Sedangkan untuk umum, adanya penambahan negara bebas visa yang datang ke Indonesia, Kepri sudah memiliki 10 pintu masuk. Baik pelabuhan maupun Bandara. Keunggulan pariwisata Kepri adalah bukan merupakan pariwisata buatan seperti Singapura. Sejauh ini, karena ketatnya peraturan, mengundang banyak penasaran bagi para yachter Singapura.

“Kepri menargetkan sebanyak-banyaknya warga Singpura datang berkunjung ke Kepri. Tentunya kemudah-kemudahan maupun inovasi yang sudah dilakukan bisa dibantu dipromosikan kepada masyarakat Singapura,” tutup Guntur.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar