Kepri Darurat Narkoba, Tukang Pompong dan Kedai pun Masuk Lingkaran

522
Pesona Indonesia
Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Komisaris Besar Polisi Yan Fitri Halimansyah. foto:rpg
Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Komisaris Besar Polisi Yan Fitri Halimansyah. foto:rpg

batampos.co.id – Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Komisaris Besar Polisi Yan Fitri Halimansyah mengatakan Provinsi Kepri masuk dalam status darurat Narkoba. Pasalnya, peredaran narkoba telah memasuki semua lini kalangan masyarakat.

“Kepri darurat narkoba, karena semua kalangan telah masuk dalam lingkarannya. Tukang pompong dan tukang kedai juga turut andil di dalamnya,” ujar Yan Fitri Halimansyah saat menghadiri acara ulang tahun adiknya, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah di Batu Sepuluh, Sabtu (19/3).

Keadaan semakin mengkhawatirkan, sebab peredaran tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak. Ironisnya, kata dia, pimpinan daerah juga tidak luput menjadi penikmat Narkoba.

Wilayah Kepri yang notabene merupakan wilayah kepulauan menjadi kendala tersendiri bagi pihaknya untuk melakukan pengawasan. “Wilayah Kepri ini pintu masuknya luar biasa. Siapa saja bisa menggunakan jalur laut untuk kepentingan negatif,” ujarnya.

Lalu apa upaya pencegahan yang dilakukan? Ia mengatakan, pencegahan tidak melulu dilakukan oleh aparat kepolisian. “Semua lapisan masyarakat memiliki kewajiban untuk melakukan pencegahan,” ujarnya. Caranya, dengan memberikan laporan atau informasi jika di lingkungan masyarakat ditemukan indikasi peredaran Narkoba.

Ia juga berharap, kepala daerah kabupaten/kota se-Kepri berkomitmen menjadikan daerahnya bebas narkoba. Jika semua pihak telah bekerja sama, maka ia berharap peredaran narkoba dapat ditekan, sehingga generasi muda tidak menjadi generasi yang lemah. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar