Laporan Illegal Fishing sudah Berkurang, Tapi Masih Ada yang Tertangkap

751
Pesona Indonesia
Dua kapal nelayan asal Vietnam ditarik dan disandarkan di Pelabuhan Pelni, Tarempa, beberapa waktu lalu. kini, dua kapal nelayan Vietnam lagi-lagi ditangkap saat beroperasi di wilayah Indonesia. foto:syahid/batampos
Dua kapal nelayan asal Vietnam ditarik dan disandarkan di Pelabuhan Pelni, Tarempa, beberapa waktu lalu. kini, dua kapal nelayan Vietnam lagi-lagi ditangkap saat beroperasi di wilayah Indonesia. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan (P2SDKP) Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas Alpian, mengatakan, langkah tegas Menteri Kelautan dan Perikanan dalam┬ámenindak tegas aksi illegal fishing, berpengaruh positif. Kini laporan illegal fishing dikabarkan sudah jauh berkurang. Tetapi penangkapan kapal nelayan asing masih ada.

“Sejak satu tahun terakhir laporan masuk dari nelayan yang melihat aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia jauh berkurang,” ujarnya Minggu (20/3).

Kata Alpian, sebelum adanya kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti dengan meledakkan kapal ikan asing yang tertangkap telah mencuri ikan di laut Indonesia. Dalam satu hari, diakui ada saja laporan dari nelayan lokal yang mengaku melihat adanya aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia, khususnya di Anambas.

“Sebelum ada kebijakan itu, laporan yang masuk hampir setiap hari. Ada yang dari warga kecamatan Jemaja, dari Desa Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan dan sebagainya, mereka sering melaporkan adanya kapal ikan asing ini yang mencuri ikan di laut Anambas,” ungkapnya.

Kebijakan penenggalaman kapal oleh Pemerintah Pusat yang dimulai pada tahun 2015 lalu, memang cukup mengejutkan. Namun pencurian ikan oleh kapal asing tetap saja terjadi. Pada saat itu masih banyak laporan nelayan akan adanya kapal asing yang mencuri ikan di perairan Anambas.

Bahkan seketika itu nelayan asing justru memperlihatkan taring mereka dan semakin mengganas. Sering dikabarkan adanya kapal nelayan asing yang mengejar kapal nelayan-nelayan lokal bahkan ada yang dikabarkan nelayan asing menabrak kapal nelayan lokal.

Penangkapan kapal asing oleh kapal patroli terutama kapal patroli dari pusat seperti Hiu Macan juga masih ada.
Baru-baru ini juga ada penangkapan dua kapal lagi oleh dua kapal patroli milik KKP yang meringkus dua kapal ikan asing
dari Vietnam. Hal ini menjadi bukti bahwa aksi tersebut masih ditemukan di perairan Indonesia, khususnya di perairan perbatasan seperti Indonesia.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar