Padang Masih Kekurangan Energi, Wako Galang Gerakan Berhemat

346
Pesona Indonesia
Gerakan warga menghidupkan lilin pada Peringatan “Earth Hour” #PadangKalam di Tugu Gempa kawasan Museum Adityawarman, Sabtu (20/3) malam.
Gerakan warga menghidupkan lilin pada Peringatan “Earth Hour” #PadangKalam di Tugu Gempa kawasan Museum Adityawarman, Sabtu (20/3) malam. Foto: Padang Ekspres/JPG

batampos.co.id – Kota Padang sebagai ibu kota provinsi Sumatera Barat masih kekurangan energi listrik. Dari 600 megawatt (MW) yang dibutuhkan, Padang baru bisa mendapatkan 400 MW.

Artinya, yang terpenuhi hanya dua per tiga. Untuk itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengajak semua warga menggalang gerakan hemat energi.

Sebagai bentuk dukungannya, Mahyeldi Ansharullah mengikuti acara Peringatan “Earth Hour” #PadangKalam di Tugu Gempa kawasan Museum Adityawarman, Sabtu (20/3) malam. Puncak peringatan mengusung tema “Padang Bisa Mengubah Dunia” itu dilakukan sebagai bentuk gerakan penghematan energi.

Pada acara itu, seluruh lampu di Tugu Gempa dipadamkan. Begitu kawasan itu berubah kelam, sejumlah anak muda kemudian menghidupkan lilin sebagai penerang.

Di antara kumpulan anak muda itu terlihat wali kota Padang. Orang nomor satu di Kota Padang itu ikut menyalakan ratusan lilin berbentuk angka 60+ di pelataran tugu tersebut.

Mahyeldi mengatakan, gerakan ini sangat penting untuk mengingatkan warga Padang dan Indonesia tentang pentingnya kepedulian terhadap penghematan energi.

“Indonesia, termasuk Padang, masih kekurangan energi sehingga harus melakukan penghematan. Saya berharap, gerakan seperti ini berlanjut dan semakin banyak warga yang terlibat,” kata Mahyeldi seperti dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Senin.

Mahyeldi menyebut, pagi hari cukup banyak rumah dan kantor yang masih menghidupkan lampu. Ini terbilang mubazir. Apalagi saat ini Padang masih kekurangan energi.

“Energi listrik yang terpenuhi sekitar dua pertiga. Kita butuh sepertiga lagi. Riilnya, Padang butuh 600 MW, yang terpenuhi hanya 400 MW,” ujar Mahyeldi didampingi Kepala Bapedalda, Edi Hasymi serta Kabag Humas dan Protokol, Mursalim.

Koordinator Earth Hour Padang, Rizky Sekar menyebut, Padang menjadi satu dari 37 kota yang telah terdaftar di Earth Hour Indonesia. Adapun Earth Hour 2016 menjadi tahun ketiga bagi Kota Padang mengambil bagian dari gerakan di bawah naungan World Wild Foundation (WWF) tersebut.

Rizky mengatakan, berbagai aksi digelar dalam memperingati Earth Hour 2016. Seperti pembersihan sungai, pengumpulan kertas tidak terpakai di sekolah atau instansi untuk program bank sampah, serta pembuatan tas dari baju bekas untuk mendukung gerakan kantong plastik berbayar.

“Pada acara puncak malam ini (kemarin, malam), selain talkshow interaktif dengan pemerintah provinsi dan kota, kami juga menggelar doa bersama untuk korban gempa bumi 2009, pertunjukan oleh rekan-rekan komunitas, dan pemadaman lampu secara serentak di sejumlah titik,” kata Rizky.

Founder Earth Hour Padang, Andahayani Yoseph mengatakan, meskipun ini upaya kecil, kalau bisa dilakukan serentak, efeknya akan sangat besar.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno juga menyempatkan diri hadir dalam acara ini. Gubernur mengatakan, sangat mendukung kegiatan tersebut. Irwan berjanji untuk mendorong agar tahun berikutnya, kegiatan tersebut digelar tidak hanya di Padang, tetapi juga kabupaten dan kota lain di Sumbar. (JPG)

Respon Anda?

komentar