Pemkab Anambas Belum Siap Menerima Bantuan Pusat, Traktor Bantuan 2015 Belum Dibagikan ke Desa

893
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas belum siap menerima bantuan dari Pemerintah Pusat. Dari akhir tahun 2015 lalu Pemerintah Pusat telah memberikan bantuan berupa 8 unit handtractor, namun hingga kini alat pertanian tersebut belum bisa didistribusikan ke desa-desa. Semuanya masih nongkrong di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Kepulauan Anambas yang ada di ujung Jalan Semen panjang Tarempa.

Belum didistribusikannya handtractor itu karena persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut belum terpenuhi pihak desa selaku penerima bantuan. Syarat untuk mendapatkan bantuan itu, desa harus memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sementara dari 52 desa dan 2 kelurahan yang ada di kabupaten ini baru satu desa saja yang sudah
memiliki BUMDes yakni Desa Piasan, Kecamatan Palmatak.

“Tapi desa itu tetap tidak dapat bantuan itu karena akan diberikan kepada desa lain,” ungkap Kepala Bidang Usaha Ekonomi Kemasyarakatan Dadan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kepulauan Anambas Supriyadi kepada wartawan.

Kata Supriyadi delapan unit handtractor itu sudah ada calon penerimanya meski saat ini belum memiliki BUMDes. Tiga unit untuk Kecamatan Jemaja, tiga unit lagi untuk Kecamatan Jemaja Timur dan dua unit sisanya untuk Kecamatan Palmatak.

Untuk Kecamatan Jemaja tiga unit handtractor itu akan diserahkan kepada BUMDes di Desa Mampok, kemudian di Kecamatan Jemaja Timur tiga unit handtractor itu akan diberikan kepada BUMDes di Desa Bukit dan dua unit lagi akan diserahkan kepada BUMDes Desa Teluk Bayur, Kecamatan Palmatak.

“Desa-desa tersebut saat ini memang belum memiliki BUMDes, tapi dalam waktu dekat ini akan segera dibentuk. Desa-desa itu diprioritaskan mendapatkan bantuan handtractor karena memiliki lahan pertanian yang cukup,” ungkap Supriyadi.

Bantuan yang sudah dikelola oleh BUMDes, bisa dijadikan nilai ekonomi seperti disewakan kepada petani sekitar yang membutuhkan. Namun demikian tetap dalam pengawasan pemda.

Menurutnya dengan datangnya bantuan ini cukup membuatnya terkejut karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya, sementara itu pemerintah daerah juga tidak pernah merasa mengajukan permintaan bantuan itu. Namun demikian pihaknya berterimakasih kepada pemerintah pusat karena secara tidak langsung dapat membantu pertanian yang ada di daerah dan
dapat meningkatkan pendapatan dari masing-masing BUMDes di desa-desa nantinya.

“Memang awalnya kita terkejut karena tiba-tiba bantuan itu datang. Namun kini banyak pihak yang meminta bantuan itu karena sebenarnya bantuan itu jumlahnya sangat terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan saat ini pemerintah pusat bukan hanya memberikan handtractor saja tetapi pemerintah pusat juga telah memberikan satu kapal nelayan kepada BPMD Anambas. Kini kapal nelayan itu sudah dikelola oleh kelompok nelayan di Desa Bayat. Ia berharap kepada desa-desa yang sudah mendapatkan bantuan itu dapat memanfaatkannya
dengan baik dan benar sehingga bisa menguntungkan dan memberikan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi di desa-desa. “Perlu diketahui bahwa anggaran perawatan ditanggung oleh BUMDes,” ungkapnya.

Seperti diketahui bahwasanya handtractor dari pemerintah pusat itu sudah tiba di Anambas sejak akhir tahun 2015 lalu. Jumlahnya ada 8 unit. “Untuk sementara ini rodanya masih menggunakan ban karet karena digunakan mobilitas di jalan raya. Namun setelah didistribusikan dan digunakan untuk membajak sawah maka akan diganti dengan roda sesunggunya,” tutupnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar