Singkep Ditargetkan Raih Piagam Adipura

875
Pesona Indonesia
Petugas Kelurahan membersihkan sampah di aliran sungai. Banyaknya warga yang belum sadar pentingnya menjaga lingkungan. foto:hasbi/batampos
Petugas Kelurahan membersihkan sampah di aliran sungai. Banyak warga yang belum sadar pentingnya menjaga lingkungan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga Junaidi Azam menargetkan Kecamatan Singkep raih piagam Adipura atau plakat Adipura untuk diboyong ke Tanaha Bunda Melayu pada 2017 nanti. Bukan sekedar target angan-angan belaka, Junaidi telah melakukan sejumlah tahapan guna memuluskan Singkep meraih Adipura.

“Kami telah bentuk tim pemantau terdiri dari sejumlah SKPD terkait, Camat dan Lurah dan Kepala Desa,” kata Junaidi ketika ditemui di Dabo Singkep, Minggu (18/3) pagi.

Zunaidi menambahkan, tim pemantau nantinya yang akan menginventarisir kawasan masing-masing yang masih memerlukan sarana dan prasarana pendukung Adipura tersebut. Setelah itu, tim pemantau juga akan melaporkan hasil kerja kepada tim evaluasi dari perkembangan daerah yang termasuk dalam penilaian.

Selain tim pemantau, Junaidi juga telah membentuk tim evaluasi kinerja tim pemantau yang bersifat independen memberi hasil yang sebenarnya untuk ditindaklanjuti dengan tujuan target dapat tercapai dengan maksimal.

Menurut Junaidi, dari 14 poin penilaian Adipura, yang sangat perlu menjadi perhatian adalah penanganan sampah karena hal tersebut sebagai nilai mutlak agar lolos mendapat nilai tinggi dan meraih piagam atau plakat. Ironinya, kawasan yang masuk dalam kreteria penerima adipura ini, masih jauh dari kata memadai terkait pengelolaan sampah.

“Setiap kantor dan pertokoan semestinya tidak hanya bersih, namun harus memiliki bak pengolahan sampah menjadi kompos,” ujar Junaidi.

Untuk itu, sambung Junaidi, tim peraih Adipura nantinya akan mendirikan bank sampah yang bertujuan untuk mengelola sampah secara baik, sehingga sampah tidak hanya menjadi barang kotor tidak bermanfaat. Namun sebaliknya dikelola menjadi barang berharga.

Tidak berhenti di situ, hingga saat ini BLH juga telah menerjunkan satu tenaga harian lepas yang bertugas membersihkan sungai dan danau bekas tambang timah (kolong) dari tumpukan sampah. Tenaga harian lepas ini bekerja setiap hari dengan gaji harian dilengkapi sejumlah alat termasuk sampan untuk mengangkut sampah.

Junaidi memastikan gerakan raih adipura ini didukung Pemerintah Kabupaten Lingga karena hal tersebut juga sejalan dengan visi dan misi bupati terpilih Alias Wello. Bukti dukungan pemerintah, aku Junaidi, Pemkab Lingga akan memfloting anggaran pada 2017 untuk mendukung peraihan Adipura.

Seluruh tahapan yang telah dilakukan, Junaidi berkeyakinan tidak akan berhasil jika tidak didukung seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu Junaidi meminta agar masyarakat juga turut mendukung dengan tindakan yang memuluskan cita-cata meraih Adipura. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar