Unas 2 Pekan Lagi, Naskah Berbasis Komputer Dikeluhkan

550
Pesona Indonesia
Suasana Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMK Telkom beberapa waktu lalu. Foto: smktelkom-mks.sch.id
Suasana Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMK Telkom beberapa waktu lalu. Foto: smktelkom-mks.sch.id

batampos.co.id –¬†Terhitung mulai Senin (21/3/2016) hari ini pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) 2016 tinggal dua pekan lagi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mulai bergerak memperiapkan ujian massal tahunan itu. Diantaranya mengirim naskah ujian untuk daerah khusus yang sulit dijangkau.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menjelaskan, daerah-daerah khusus itu sebagian besar tersebar di Indonesia bagian timur.

“Seperti di Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur,” katanya usai mengikuti pengukuhan Narasumber Nasional Kurikulum 2013 di Pusdiklat Kemendikbud Depok, Minggu (20/3/2016).

Nizam menuturkan sama seperti tahun sebelumnya, Kemendikbud menetapkan ada daerah khusus dalam pendistribusian naskah ujian. Pengiriman naskah di daerah khusus ini tidak bisa disamakan dengan daerah umum lainnya. Sebab mereka ingin menjamin naskah unas sudah berada di rayon atau titik terdekat dari sekolah maksimal H-1 ujian.

Untuk daerah-daerah dengan jalur transportasi lebih lancar, baru akan dikebut pekan depan. “Seperti naskah untuk wilayah Jakarta, soal ujiannya masih di percetakan,” katanya.

Guru besar teknik sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memastikan proses pencetakan naskah ujian berlangsung lancar dan terjamin kerahasiannya.

Selain urusan teknis persiapan unas berbasis kertas, Nizam juga membeber persiapan ujian berbasis komputer (UNBK). Menurutnya tahun ini penyelenggaraan UNBK lebih menantang karena jumlah sekolahnya tambah banyak.

Tahun ini ada 4.404 unit sekolah penyelenggaran UNBK. Bahkan di daerah tertentu seperti Kota Surabaya dan Provinsi DKI Jakarta, sudah mendeklarasikan Unas 2016 secara keseluruhan menggunakan komputer.

Pejabat yang hobi bersepeda itu menuturkan, selama ini sudah digelar tiga kali uji coba (try out) unas berbasis komputer. Dari ketiga uji coba itu, Nizam mengatakan tidak ada gangguan berarti. Rencananya mulai pekan ini Kemendikbud melakukan sinkronisasi komputer. Antara komputer di server pusat, Kemendikbud, dengan komputer di sekolah-sekolah.

Nizam juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk teknis server dan piranti lunaknya. Kemndikbud juga telah menyurati PLN. “Selama UNBK berlangsung, mohon PLN menghentikan pemadaman bergilir di seluruh wilayah Indonesia dulu,” pungkasnya.

Mendikbud Anies Baswedan menuturkan sambutan publik terhadap Unas 2016 tidak semenakutkan tahun-tahun sebelumnya. Terkait dengan tambahan jam belajar dan latihan soal ujian, baginya tidak masalah asal dilakukan dengan wajar. Bagi Anies, saat ini yang jadi omongan di antara sekolah-sekolah adalah keberadaan plakat sekolah berintegritas dalam Unas 2015.

“Sekolah tanya kamu dapat atau tidak, dan sebagainya,” tutur Anies.

Bahkan ada kepala dinas yang sekolahnya tidak satupun mendapat plakat integritas unas, memberikan perintah khusus. Yakni mengurangi subsidi jawaban. Anies mencoba menerka yang disebut subsidi jawaban itu ada kaitannya dengan kecurangan unas.

Dia mengaskan cara mendapatkan plakat sekolah beritegritas sangat mudah. Yakni tidak perlu mencontek atau bagi-bagi kunci jawaban. Sebab Kemendikbud memiliki formula untuk menganalisis jawaban siswa. Sehingga hasil analisis itu bisa mengindikasikan sekolah tersebut jujur atau curang dalam unas.

“Yang kita lihat itu kecurangannya. Karena menilai kejujuran itu susah,” katanya. Semakin besar kecurangannya, semakin rendah integritasnya.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, paling menghawatirkan dalam Unas 2016 adalah untuk penyelenggara berbasis komputer. Pasalnya banyak pemda atau sekolah yang memaksakan pengadaan komputer. Meskipun di Kemendikbud UNBK itu tidak dipaksa, namun di daerah menjadi gengsi.

Ujungnya banyak sekolah yang memaksa meminjam unit komputer siswanya. Kemudian untuk meningkatkan spesifikasi komputer sekolah, dilakukan pengadaan ini dan itu. “Jelas ada biaya tambahan. Di sekolah negeri ada yang minta uang ke orantua,” tuturnya.

Retno mengatakan potensi mencontek atau kecurangan lain di Unas 2016 masih tetap ada. Walaupun unas sudah tidak menjadi penentu kelulusan, namun ada siswa yang mengejar nilai setinggi-tingginya. Alasannya supaya mudah masuk ke kampus negeri ternama. Baginya pengawasan unas tetap tidak boleh dikendurkan.

Unas untuk kelompok SMA dan MA berlangsung 4-6 April. Sedangkan unas bagi anak-anak SMK dan MAK berjalan lebih lama yakni 4-7 April. Di jenjang SMP Unas 2016 berlangsung pada 9-12 Mei. Khusus untuk UNBK pelaksanaannya lebih panjang, karena harus bergantian menggunakan komputer. (wan/jpgrup)

Respon Anda?

komentar