Wali Kota Subulussalam Aceh Sunatan Anak, Para Camat Setor Lembu

697
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Wali Kota Subulussalam, Nangroe Aceh Darussalam, Merah Sakti, mendadak bak raja. Saat  menggelar khitanan sang anak, para camat di kota tersebut membawa setoran lembu.

Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik untuk Rakyat (LP-KaPuR) Kota Subulussalam, Hasby BM, mengecam keras pesta sunatan anak wali kota yang digelar 5 hari 5 malam itu.

Pesta itu terhitung sejak Selasa (15/3) sampai dengan Sabtu (19/3). Apalagi, pesta itu dilaksanakan di Pendopo Wali Kota Subulussalam dan mendatangkan artis ibukota.

“Perhelatan itu mirip seperti di negeri kerajaan di mana rakyat atau sekelompok rakyat mempersembahkan upeti kepada rajanya. Persembahan yang diberikan berupa hewan lembu yang diarak menuju ‘istana’ alias pendopo,” kata Hasby BM seperti dilansir Rakyat Aceh (Batampos Grup), akhir pekan tadi.

“Kalau dia bukan seorang pejabat negara alias wali kota apa ada yang mau mempersembahkan hewan tersebut? Mungkin anak kecil saja tahu ada apa di balik itu. Penghormatankah atau apa?” katanya.

Hasby menambahkan, perhelatan yang digelar secara besar-besaran itu juga melibatkan beberapa kepala SKPK bersama staf PNS sebagai panitia.

Sehingga, kata Hasby, sejak dimulainya acara khitanan itu para Kepala SKPK dan staf lebih lama berada di pendopo daripada di kantor. Hal ini tentu saja menimbulkan kelumpuhan pelayanan publik di setiap kantor pada jam kerja.

“Apalagi saat ini ada isu mutasi untuk kepala SKPK, mungkin karena itu mereka takut,“ tambah Hasby.

Dikatakannya, setiap camat secara bergiliran datang ke pendopo untuk undangan dengan membawa hewan lembu dan gunung-gunungan (mobil dihias berbentuk kapal laut, red) dengan penuh pernak pernik ditambah tabir dan keliling di jalan protokol.

“Itu anggarannya dari mana, apa itu uang pribadi camat atau uang dari kantor “ kata Hasby lagi.

Menurut Hasby, prosesi pesta khitanan anak wali kota tersebut sudah melebihi prosesi pesta pernikahan anak Presiden Jokowi. “Seorang pemimpin itu harusnya memberikan contoh yang baik kepada rakyatnya, “ cetus Hasby.

Sementara, Camat Longkib, Hal Haris SP saat dihubungi Rakyat Aceh via telepon selulernya mengaku membawa hewan dua ekor lembu untuk dipersembahkan kepada wali kota.

Hal itu ia lakukan karena sesuai adat Singkil yang sering dilakukan. Hal Haris juga mengatakan bahwa hewan lembu tersebut ia beli dengan uang pribadinya, bukan uang kantor.

“Itu hal biasa, karena ini pesta pemimpin kita. Ya wajar kita bawa lembu dan begitu juga sebaliknya jika ke depan saya pesta. Karena itu adat yang biasa kita lakukan saat menggelar pesta khitanan atau pernikahan,” aku Camat Hal Haris.

Ketua Komisi A DPRK yang membidangi pemerintahan, Syahrizal Putra Chaniago SH mengatakan bahwa hal tersebut masih wajar. Tapi kata politisi PAN itu, kepala SKPK dan staf PNS tidak boleh menyampingkan tugas pokok yaitu memberikan pelayanan kepada publik.

“Mentang-mentang atasan yang membuat pesta langsung mengabaikan kewajiban, itu yang tidak boleh!“ tegas Syahrizal.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Subulussalam, H Damhuri SP MM saat dikonfirmasi Rakyat Aceh.

“Mulai zaman kerajaan pun begitu, yang penting pelayanan publik tidak terganggu, “ tulisnya melalui pesan singkat. Sebelumnya, Damhuri tidak mau mengangkat telepon Rakyat Aceh. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. (mfz/rakyataceh/RPG)

Respon Anda?

komentar