Warga Teluk Bintan Berharap Ada Jembatan untuk Gantikan Pokcay

1595
Pesona Indonesia
Suasana penyeberangan di Pulau Pengujan menggunakan pokcai, belum lama ini. Pembangunan jembatan penghubung sudah masuk agenda prioritas di tahun 2017 mendatang.  F. Fatih Muftih / Batam Pos.
Suasana penyeberangan di Pulau Pengujan menggunakan pokcai, belum lama ini. Pembangunan jembatan penghubung sudah masuk agenda prioritas di tahun 2017 mendatang.
F. Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Menjadi warga Pulau Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan perlu sedikit perjuangan. Bila masyarakat Kabupaten Bintan di kecamatan lain sudah leluasa bepergian karena lima jembatan gigantis berdiri merangkai pulau Bintan, tidak halnya dengan Pengujan. Di pulau yang pernah menjadi tetirah pahlawan nasional Raja Ali Haji ini, warganya hingga kini mesti menanti pokcay, rakit bermesin, untuk berplesir. Tidak ada pokcay berarti tidak pergi. Dan, pokcay tidak ada selama 24 jam.

“Kalau paling malam jam delapan, itu pun kalau ada penumpang,” kata Martin, warga Pengujan, kemarin.

Tak pelak kondisi ini kerap kali merepotkan warga yang terantuk dengan kebutuhan insidental, semisal sakit. Warga Pengujan tidak bisa lekas bergegas ke rumah sakit terdekat, yang terlebih dahulu mereka cari adalah pokcay atau pompong, sampan bermotor, untuk menyeberang. “Ini yang paling kami takuti kalau ada apa-apa di malam hari,” kata Martin.

Keadaan yang sudah berlangsung sejak lama ini diakui Martin sangat merepotkan. Sejauh-jauh hari, selampau-lampau waktu, dalam setiap kesempatan, warga Pengujan mengusulkan pembangunan jembatan di atas bentangan Selat Bintan. “Ini harapan yang sudah kami punya dan rawat sejak lama dan entah kapan harapan ini menjadi nyata,” ungkap Martin.

Abdul Hamid, warga Pulau Pengujan lainnya, menuturkan keberadaan jembatan penghubung bakal memberikan manfaat lain. Secara langsung, kata dia, bakal terjadi pergerakan dinamis ekonomi masyarakat setempat. Sebab selama ini, masih banyak warga Pengujan yang rela bermalam menanti pokcay keesokan pagi.

“Karena pemerintah sudah berhasil membangun lima jembatan besar di jalur lintas barat, seharusnya sangat memungkinkan membangun jembatan yang tak lebih dari 200 meter di pulau kami,” ujar Hamid.

Pada musyawarah rencana pembangunan di tingkat kecamatan tahun ini, kata Hamid, masyarakat masih mengusulkan hal yang sama. Mereka menginginkan bisa melihat jembatan menyambung Pengujan dan daratan Pulau Bintan.

“Sudah kesekian puluh kalinya masyarakat Pulau Pengujan mengajukan pembangunan jembatan penghubung sepanjang 200 meter lebih itu,” ungkapnya.

Bupati Bintan, Apri Sujadi sudah mendengar mengenai harapan warga Pengujan. Bupati yang baru sebulan menjabat ini memastikan, pembangunan jembatan penghubung di Pulau Pengujan sudah jadi prioritas utama. Kendati begitu, Apri dengan gamblang menyatakan pembangunannya belum bisa digarap tahun ini juga.

“Karena anggaran tahun 2016 kan sudah disahkan, jadi ya tunggu anggaran tahun depan dulu,” ujar Apri, kemarin.

Komitmen ini, kata Apri, merupakan salah satu janji kampanyenya kepada masyarakat Pulau Pengujan ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Bintan tahun lalu. Saat ini, setelah resmi dilantik, Apri bertekad mewujudkannya.

“Sekuat mungkin saya akan penuhi janji saya. Tapi, mesti melihat kekuatan anggaran daerah juga yang dua tahun terakhir ini defisit,” ungkapnya.

Apri tak menampik, keberadaan jembatan penghubung di atas Selat Bintan itu bakal memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat sekitar. Lantaran selama ini, ketika hendak bepergian kerap sekali terhambat akses pokcai (sampan kecil, red) sebagai moda transportasi penyeberangan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bintan, Yanti membenarkan ucapan kepala daerahnya yang baru. Bahwasanya pembangunan jembatan penghubung di Pulau Pengujan merupakan agenda prioritas di tahun 2017.

Dalam setahun ini, Dinas PU Bintan bakal berkonsultasi dengan Dirjen Kementerian PU lantaran menurut peraturan terbaru, setiap pembangunan jembatan di atas 100 meter mesti mendapatkan rekomendasi serhttp://batampos.co.id/wp-admin/post-new.phpta hasil pengkajian dari Kementerian PU.

“Kontruksinya sangat kompleks. Nanti kami konsultasi dulu. Termasuk juga apakah dibangun melalui APBD atau APBN,” terang Yanti. (muf)

Respon Anda?

komentar