BNN Minta Dukungan Anggaran ke DPRD Kepri

711
Pesona Indonesia
Kepala BNNP Kepri, Benny (pegang mic) memberi keterangan terkait pengungkapkan sejumlah kasus narkoba di Kepri. Foto: batampos.co.id
Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan (pegang mic) memberi keterangan terkait pengungkapkan sejumlah kasus narkoba di Kepri. Foto: batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri menyasar anggota DPRD Kepri untuk pengecekan urine, guna mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota dewan.

“DPRD juga punya tanggungjawab untuk mengakampanyekan tentang bahanya narkoba,” ujar Kepala BNN Kepri, Benny Setiawan di Kantor DPRD Kepri, Senin (21/3/2016).

Disebutkannya, setelah ini pihaknya akan membuat MoU dengan DPRD Kepri. Kemudian akan melakukan penyuluhan lanjutan yang disejalankan dengan cek urine terhadap seluruh Anggota DPRD Kepri. Karena tidak bisa dipungkiri, wakil rakyat juga berpotensi terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya itu, Benny menilai, salah satu fungsi DPRD adalah dalam hal legislasi.  Dari sisi ini pihaknya mengharapkan duikungan anggaran tambahan dari Pemprov Kepri untuk membantu kebutuhan anggaran BNN Provinsi Kepri.

Sedangkan dari sisi lainnya bisa mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberatasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diglakan oleh BNN.

“Itu yang kami kita harapkan,” jelas Benny.

Diungkapkannya, untuk tahun 2016, BNN Provinsi Kepri mendapatkan suntikan anggaran sebesar Rp6,3 miliar lewat BNN Pusat.

Hanya saja jumlah tersebut belum cukup untuk menjalakan misi pencegahan dan pendindakan narkoba di Provinsi Kepri.

Masih kata Benny, kendala-kendala yang dihadapi pihaknya saat ini adalah terkait masalah sarana dan prasarana, sumber daya manusia, anggaran, dan koordinasi antar stakeholder yang masih kurang.

“Kamis sudah melakukan banyak MoU dengan instansi-instansi. Tetapi kenyataan hanya sebatas MoU, tetapi tidak ada geregetnya,” tutup Benny.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Sukri Fahrial yang mengaku pernah terpengaruh dengan barang haram tersebut, menyarankan ide gila kepada BNN untuk melakukan razia rutin di seluruh tempat hiburan malam yang ada di Batam.

“Batam itu daerah utama yang menjadi kerawanan peredaran narkoba di Provinsi Kepri,” ujar Sukri. (jpg/bp)

Respon Anda?

komentar