Demo Taksi di Jakarta Ricuh

877
Suasana demo taksi di Jakarta. Foto: istimewa
Suasana demo taksi di Jakarta. Foto: istimewa

batampos.co.id – Demo sopir taksi menolak angkutan berbasis aplikasi di Gedung DPR, Balai Kota, dan Istana Presiden di Jakarta, Selasa (22/3/2016) siang yang awalnya adem ayem, berubah menjadi anarkis.

Hal itu terjadi setelah sejumlah sopir taksi melakukan sweeping taksi yang masih beroperasi dan menolak ikut ambil bagian dalam demo tersebut.

Mereka merusak taksi yang tak lain rekan mereka juga. Bahkan, angkutan berbasis online seperti Go-Jek juga jadi sasaran.

“Memang ada beberapa titik yang melakukan aksi-aksi sweeping. Mereka menyampaikan solidaritas kepada teman-temannya yang masih beroperasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal.

Iqbal menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan korlap tiap daerah di Jakarta agar menginstruksikan pada anak buahnya untuk tidak anarkis. Iqbal memastikan, akan menindak tegas hal tersebut.

“Baru saja kami dapat informasi ada dua kendaraan taksi yang sempat dirusak. Ada pelemparan dan lain-lain. Tapi ini belum kita dalami. Prinsipnya apabila ada pelanggaran pidana atau perbuatan melawan hukum akan kami tegakan,” pungkas Iqbal.

Gojek bersitegang dengan sopir taksi yang mogok. FOTO: @tmcpoldametro
Gojek bersitegang dengan sopir taksi yang mogok. FOTO: @tmcpoldametro

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama gerah dengan aksi anarkis sopir taksi itu. Ia menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menindaknya.

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, kini sudah banyak CCTV yang tersebar. Sehingga, lanjut dia, bisa ketahuan pihak yang melakukan tindakan anarkis.

“Tinggal cari aja, perusahaan taksinya yang mana. Kamu anarkis aja, udah ketahuan merek taksinya kok, seragamnya jelas, kelihatan di foto berita, CCTV gedung juga kelihatan,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta.

Menurut Ahok, sopir taksi boleh saja melakukan aksi unjuk rasa. Namun, aksi tersebut harus dilakukan sesuai aturan.

“Kalau ada unsur (pidana), kami pidanakan,” ucap mantan Bupati Belitung Timur itu. (Mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar