FLP Batam Gelar Diskusi dan Nobar Film Ketika Mas Gagah Pergi

703
Pesona Indonesia
Pengurus FLP Batam berfoto bersama saat akan nonton  film Ketika Mas Gagah Pergi di Cinema XXI Mega Mall. Foto: Ist
Pengurus FLP Batam berfoto bersama saat akan nonton film Ketika Mas Gagah Pergi di Cinema XXI Mega Mall. Foto: Ist

batampos.co.id – Forum Lingkar Pena (FLP) menggelar talkshow bertajuk ‘Film dan Sastra Sebagai Gerakan Budaya’ di Aula Lantai IV Gedung Wali Kota Batam, Sabtu (19/3). Diskusi ini menghadirkan penulis terkenal tanah air yang sekaligus founder FLP Helvy Tiana Rosa.

“Acara ini kami adakan untuk menghidupkan dan menggaungkan FLP Batam,” kata Ketua FLP Batam, Choiriyah.

FLP Batam sejatinya telah lama ada. Namun, beberapa tahun belakangan vakum. Tidak ada kegiatan yang digelar meskipun para anggota masih tetap ada.

“Kami harapkan acara ini mampu menghidupkan semangat membaca dan menulis di semua kalangan. Untuk bisa menjadikan peradaban yang lebih baik di masa yang akan datang,” kata Pembina FLP Batam, Prijanto Robbani.

Helvy Tiana Rosa datang untuk menularkan semangatnya berkarya. Wanita kelahiran Medan, 2 April 1970 ini telah banyak menghasilkan karya sastra. Mulai dari puisi, naskah drama, cerita anak, cerita pendek, novel, hingga kritikan sastra. Tidak sedikit karyanya yang kemudian diangkat ke layar lebar.

Teranyar, novelnya yang berjudul Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) diangkat ke layar lebar. Ia menjadi penulis naskah sekaligus produser film tersebut. Di dalam acara tersebut, Helvy Tiana Rosa juga berbagi ilmu tentang hal itu.

“Melalui tulisan dan film, kita bisa mempengaruhi generasi muda dengan kebaikan. Semua itu bisa kita wariskan dan kita jadikan media untuk mengubah budaya agar lebih baik,” kata Helvy.

Acara talkshow itu juga dihadiri pemain film KMGP, Masaji Wijayanto. Pria yang berperan sebagai Yudhistira Arifin ini mengatakan, film dapat menjadi media untuk mengajak kawula muda memahami nilai-nilai kebaikan dalam menjalani kehidupan.

“Melalui film, ajakan itu lebih mudah dilakukan,” ujarnya.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan acara nonton bareng di Mega XXI, Mega Mall, Minggu (20/3). Acara ini diikuti hingga 500 penonton. Baik dari anak-anak, anak muda, hingga orang dewasa. Film ini mampu menjadi media belajar tentang kehidupan dari semua kalangan.

“Film ini ringan tapi sangat banyak inspirasi kebaikan di dalamnya,” kata Evin, penonton dari Sekolah Mutiaran Insani. (ceu)

Respon Anda?

komentar