Gara-Gara Pinjaman Koperasi, Suami Hajar Istri Hingga Babak Belur

1847
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sentral pelayanan kepolisian (SPK) Polsek Batu Aji mendadak sibuk dengan kehadiran seorang wanita dengan kondisi wajah babak belur, Selasa (22/3) pagi.

Wanita yang membawa serta dua orang anaknya itu adalah Juwita M, 30, warga ruli Hyundai, Tanjung Uncang, Batu Aji. Dia mengadu ke kepolisian, sebab baru saja dianiaya oleh Asbin suaminya sendiri.”Saya dipukul suami saya pak,” ujar ibu dua anak itu.

Dengan nada kesal, Juwita meminta agar polisi segera menangkap dan memberikan pelajaran kepada sang suami yang diakuinya suka ringan tangan itu. “Ini bukan kali pertama pak, dia sering main pukul saja,” ujar Juwita.

Kepada polisi, Juwita menuturkan, aksi penganiayaan terakhir itu, terkait dengan pinjaman uang ke salah satu koperasi harian di Batu Aji. Sebelumnya Juwita memang meminjam uang Rp 1 juta ke koperasi itu tanpa sepengetahuan sang suami. Pinjaman itu sudah dicicil Juwita sebanyak 10 kali.

Namun pagi kemarin, saat Juwita ke pasar Fanindo, sang dept collector yang datang menagih ke rumahnya bertemu dengan Asbin. Asbin yang kaget dengan penuturan sang debt collector bahwa sang istri punya pinjaman langsung naik pitam.

“Saat saya pulang dari pasar, dia langsung main pukul saja, tanpa tanya dulu. Padahal tinggal dua kali lagi cicilannya. Uang pinjaman itu bukan untuk dihambur-hamburkan pun. Saya pakai untuk usaha,” ujar Juwita.

Tidak terima dengan penganiayaan itu, Juwita memutuskan untuk melapor ke Polsek Batu Aji agar memberikan pelajaran bagi sang suami. Dia mengaku cukup kesal dengan Asbin karena penganiayaan ini bukan kali pertama

“Saya bukan mau penjarakan dia, tapi mau beri dia pelajaran agar jangan main pukul lagi. Karena sering dia main pukul saya,” ujar Juwita.

Kepolisian Batu Aji yang menerima pengaduan itu lantas menjemput Asbi untuk ditindaklanjuti. (eja)

Respon Anda?

komentar