Gubernur Kepri: Merangkai Pulau dengan Listrik

735
Pesona Indonesia
Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani (kanan) bersama tamu undangan lainnya, foto bersama usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTU Soma Karimun yang berkapasitas 50 Megawatt, kemarin (21/3).  f. humas pemprov
Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani (kanan) bersama tamu undangan lainnya, foto bersama usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTU Soma Karimun yang berkapasitas 50 Megawatt, kemarin (21/3).
f. humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau HM Sani, kemarin (21/3) secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) Soma Karimun yang berkapasitas 50 Megawatt oleh PT Soma Daya Utama. Di wilayah zona I Area Free Trade Zone (FTZ) Kecamatan Meral Barat, yang nantinya akan sebagai penyedia pasokan tenaga listrik ke beberapa perusahaan yang ada di Kecamatan Meral Barat.

“Saya ingin merangkai pulau dengan listrik. Jadi, tolong sampaikan kepada pak Menteri ESDM, biar sejalan dengan program Jokowi-JK tentang kelistrikan khususnya di Kepri ini. Supaya dapat sejahtera masyarakat saya, apalagi Kepri ini gerbangnya Indonesia bagian Barat,’’ pinta Gubernur Sani.

Salah satunya saat ini sedang dikembangkan, kombes natural gas yang bekerja sama dengan PLN. Jadi gas tersebut dipress, sehingga menjadi 9 Megawatt dapat dipergunakan di pulau-pulau. Dengan demikian, visi dan misi dapat direalisasikan di seluruh Kepri ini.

“Nah, di sini peranan Menteri ESDM agar dapat diprioritaskan pembangunan energi listrik. Salah satunya, proyek PLTU Soma Karimun dengan daya 2×25 Megawatt ini,’’ tuturnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategi Menteri ESDM Rongga Kuncahyo, mengatakan, pembangunan PLTU Soma Karimun akan beroperasi 2018 mendatang. Di mana PT Soma Daya Utama sebagai pemegang wilayah usaha di Kabupaten Karimun, sesuai Keputusan Menteri ESDM dengan wilayah usaha Pulau Karimun zona satu yang seluas 4.328,7 hektare.

“Wilayah usaha di Pulau Karimun ada 3 zone, pertama PT Soma Daya Utama, kedua PT Karimun Power Plan dan ketiga PT PLN (Persero). Dengan demikian, nantinya pemegang usaha tersebut akan mensuplay daya listrik di wilayah FTZ,’’ tuturnya.

Sedangkan Bupati Karimun H Aunur Rafiq, menuturkan, pembangunan PLTU Soma Karimun ini sebagai jawaban atas kekurangan daya listrik di wilayah FTZ ini. Ketika selesai dibangun, nantinya akan terpenuhi kebutuhan listrik di industri-industri yang rata-rata di bidang kemaritiman.

“Dengan dibangunan PLTU Soma Karimun ini, sebagai gambaran dan harapan Kabupaten Karimun masyarakat untuk dapat meningkatkan usahanya. Khususnya, bagi pelaku industri galangan kapal yang sangat-sangat membutuhkan daya listrik cukup besar,’’ ungkapnya.

Di tempat yang sama Direktur PT Soma Daya Utama Karimun Franky Yasen, memaparkan, PT Soma Daya Utama telah berkomitmen untuk menginvestasikan dalam bidang kelistrikan. Hal ini dilatarbelakangi dengan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Karimun, secara otomatis akan berdampak positif terhadap sumber ekonomi yang baru baik secara nasional maupun international.

“Kami mohon dukungan dari Pemerintah Daerah, agar menyukseskan pembangunan PLTU Soma Karimun selama 2 tahun mendatang,’’ ucapnya.

Di samping itu, Gubernur Kepri Muhammad Sani, juga memberikan peringatan kepada pihak PLTU Soma Karimun, setelah peletakan batu pertama pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 50 MW tersebut, Senin (21/3). Pasalnya, ia tidak ingin hanya peletakan batu pertama saja, tetapi ingin melihat proyek selesai dengan waktunya.

“Tahun 2018 selesai, saya ingin berdiri di sini, meresmikannya. Jangan sudah peletakan batu pertama saja, tetapi setelah itu tak berlanjut,” ujar Gubernur.

Gubernur Sani sepertinya tak ingin mengalami “trauma batu pertama” pembangunan kelistrikan. Dalam kesempatan itu, Sani menyebutkan, dia punya pengalaman pahit setelah peletakan batu pertama. Kemudian kelanjutan pembangunannya tidak jelas.

“Padahal rakyat sangat mendambakan kehadiran listrik. Karena kita punya mimpi besar untuk merangkai Kepri dengan kelistrikan,” jelas Sani.

Dalam pada itu, Dirut PT Soma Daya Utama Frangki Yasen menegaskan komitmenya untuk menuntaskan pekerjaan ini sesuai dengan tentatif waktu yang sudah disusun. Menurut Frangki, pihaknya sangat komit membantu pemerintah untuk elektrivikasi ke seluruh h wilayah RI.

Karena, kata Frangki, besarnya potensi sumber daya alam dan manusia tidak akan tumbuh jika suatu daerah defisit ketenagalistrikan.

“Mohon dukungan semua pihak. Semoga semua berjalan sebagaimana yang telah ditarget,” kata Frangki yang usaha kelistrikannya di Pontianak sudah berjalan.

Rangkaian kerja usaha ini sudah dimulai sejak 2011 dengan melakukan pra studi kelayakan. Direncanakan, zona satu ini mulai beroperasi pada 2018. PLTU yang menelan investasi 135 juta dolar AS ini mengembangkan listrik dengan daya 2×25 MW.

Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah Kepala SKPD Pemprov Kepri. Tampak hadir Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Rahminuddin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Heru Sukmono, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Isdianto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ariza, Kepala Biro Pembangunan Sardison, Kepala Biro Humas dan Protokol Heri Mokhrizal.

Tampak juga sejumlah Staf Khusus Gubernur seperti Jemmy Rumengan, Ahar Sulaiman, Saidul Khudri, Rini Fitriyanti. Tampak hadir juga Wakil Ketua DPRD Kepri Husnizar Hood, Anggota DPRD Kepri Surya Makmur Nasution, Irwansyah, Yusrizal. (tri/jpg)

Respon Anda?

komentar