Honor Pendamping Suku Anak Dalam Dinilai Terlalu Minim

731
Pesona Indonesia
Komunitas Suku Anak Dalam. Foto: Jambi Independen
Komunitas Suku Anak Dalam. Foto: Jambi Independen

batampos.co.id – Sejumlah pendamping Suku Anak Dalam (SAD) Sungai Dahan Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, mengeluhkan minimnya honor yang mereka terima. Setiap pendamping, menerima honor sebesar Rp 750 ribu per bulan.

Selain kurang layak dan tak mencukupi, pembayaran honor tersebut juga tak rutin setiap bulan. Bahkan, kadang-kadang para tenaga pendamping tersebut baru menerima honor dalam waktu enam bulan.

“Cuma Rp 750 ribu per bulan. Itu tidak rutin. Terkadang 6 bulan sekali baru diterima. Itu pun tidak pernah full 1 tahun. Paling dalam setahun hanya 10 bulan,” ujar Oktaviandi Mukhlis, salah satu pendamping SAD seperti dilansir Jambi Independen (Batampos Grup), Selasa (22/3).

Apakah honor tersebut cukup? Andi mengatakan, untuk satu kali masuk ke pemukiman SAD saja sudah habis. Padahal, dalam sepekan dia bisa 3 sampai 4 kali masuk kepemukiman SAD.

Dikatakan, dari Muaratebo menuju pemukiman SAD, menempuh perjalanan puluhan kilometer. Saat cuaca normal, perjalanan bisa menghabiskan waktu satu jam lebih. Saat hujan, sulit untuk bisa sampai tujuan karena kondisi jalannya becek dan berlumpur.

“Ke Desa Muara Kilis jalanya bagus, aspal semua, karena itu memang jalan Nasional. Yang menjadi kendala akses jalan dari Kilis ke pemukiman SAD, kondisinya masih jalan tanah. Kalu turun hujan, jalan jadi becek dan berlumpur,” ujarnya.

Tidak jarang Andi terpaksa menginap di hutan atau rumah-rumah penduduk saat hujan turun. Ada akses jalan yang kondisinya layak ditempuh yaitu melalui jalan koridor milik PT WKS. Namun rute jarak tempuhnya sangat jauh karena harus memutar.(JI/jpnn)

Respon Anda?

komentar