Kios Liar di Bengkong Sadai Dipatok Hingga Rp 110 juta

1235
Pesona Indonesia
Deretan kios liar yang lagi proses pembangunan di Bengkong Sadai dekat Kantor Camat Bengkong, Selasa (21/3). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Deretan kios liar yang lagi proses pembangunan di Bengkong Sadai dekat Kantor Camat Bengkong, Selasa (21/3). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Masalah kios liar di Batam tak pernah habisnya. Makin ditertibkan, makin banyak dibangun. Pemerintah Kota pun seperti tak memiliki taring untuk mengambil sikap tegas terhadap keberadaan kios yang menyalahi aturan ini.

Baru beberapa waktu lalu kios-kios liar di Muka Kuning ditertibkan, puluhan kios di Bengkong Sadai malah kian leluasa dibangun. Awalnya dua kios, kini sudah 10 kios, ironisnya keberadaan kios ini berdekatan dengan kantor camat Bengkong.

“Kita lagi bangun 10 unit kios. Udah punya izin dari kecamatan,” ujar salah seorang pekerja di sana, Senin (21/3).

Pembangunan kios yang berada tepat di Right Of Way (ROW) Bengkong Sadai ini tergolong sangat berani. Hampir keseluruhan bangunan mendekati permanen. Selain itu, unit-unit kios dibangun berjejer menutupi beberapa unit ruko di belakangnya.

Dari informasi yang diperoleh, kios-kios ini dimiliki oleh seorang tokoh masyarakat di sana berinisial S.”Kios ini tak dijual mas, cuma sewa. Kalau mau, itu ada nomornya pengelola kios,” lanjutnya.

Dari mulut pekerja inilah diketahui pemilik kios mematok harga sewa Rp 1,5 juga setiap bulan, minimal kontrak enam bulan. Ditanya soal izin, pemuda berbadan tegap itu tampak terdiam. “Kalau itu langsung ke pengelola saja,” ucapnya.

Masih di Bengkong Sadai, tepatnya di bundaran Madani depan Perumahan Tropicana, puluhan kios juga tampak dalam proses pembangunan. Saat ditemui koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kios-kios ini memakai sistem jual dan sewa dengan harga yang terbilang tinggi.

Kios yang sudah jadi lengkap dengan rolling door dijual dengan harga Rp 100 juta sampai 110 juta. Sedangkan bagi kios yang masih berbentuk lahan dan pembatas dihargai Rp 35 sampai 65 juta.

Selain masyarakat umum, beberapa kios di sini diketahui dimiliki oleh sejumlah pegawai dan aparat pemerintah. Dua kios yang menghadap jalan diketahui milik salah seorang anggota kodim dan syahbandar pelabuhan punggur.

Meskipun tidak memiliki surat-surat resmi seperti rumah dan ruko, namun ada surat dari Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait kepemilikan kios tersebut. “Tak perlu ragulah, ada orang kuat yang bekingi,” ujar Boneng, pekerja di sana.

Di kios ini, warga yang membeli juga bisa menyesuaikan dengan ukuran yang diminta. Paling luasnya berukuran 4×9 meter, 3,5×9 meter dan paling kecil 3×9 meter. “Ada juga tuh yang sewa bayarnya Rp 1,5 sampai Rp 2 juta perbulan,” katanya.

Camat Bengkong Umiyati membantah adanya izin terkait keberadaan kios ini. “Kita tak pernah kasih izin atapun kerjasama. Pada prinsipnya gak ada wewenang dari kecamatan dalam mendirikan sebuah kios. Tak benar itu,” ucap Umiyati.

Ia mengaku, pada saat pembangunan, ia sempat menurunkan Satpol PP yang ada di kecamatan Bengkong untuk menertibkan kios tersebut. Namun, mendapat hadangan dari pemilik kios. “Pemiliknya tak terima dan marah-marahin kami,” kesalnya.

Umiyati juga membenarkan keberadaan kios ini berada di ROW jalan. “Mungkin udah merasa hebat, yang jelas kios ini tak ada izin. Kalau memang ada yang ngomong (izin dari kecamatan-red), bisa kita tuntut orangnya,” ancam Umi. (rng)

Respon Anda?

komentar