Lanal Ranai Kerahkan Sea Raider

1353
Pesona Indonesia

Sea-Raider-f-Cipi-Ckandina

batampos.co.id – Pasca-insiden ditabraknya kapal pencuri ikan asal Cina oleh kapal patroli Cina yang ditangkap kapal patroli Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Hiu 11, Sabtu (19/3) di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) atau tepatnya di Perairan Natuna, membuat sebagian besar nelayan Natuna takut melaut.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (DanLanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Arif Badrudin, menegaskan, pasca-insiden tersebut Lanal Ranai akan menyusun operasi integratif bekerja sama dengan Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP), Polisi Air dan Udara (Polairud), dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), untuk efektivitas dan efisiensi operasi menghadapi keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) dan luasnya wilayah yang harus diawasi.

Tidak hanya itu, kata Arif, menjadikan Pusat Komando dan Pengendalian TNI Angkatan Laut (Pukodal) Lanal Ranai sebagai pusat kendali operasi integratif di Natuna. Dan menyusun standard operating procedure (SOP) dalam menghadapi illegal fishing yang dilakukan oleh Cina yang dapat diterapkan dalam situasi taktis seperti insiden ini.

”Kami akan menyusun operasi integratif bersama KKP, Polairud, dan Bakamla. Supaya lebih efektif dan efisien dalam pengawasan wilayah laut yang luas ini,” tegas Arif, Senin (21/3).

Aksi kapal patroli Cina yang menghalau kapal patroli PSDKP, kata Arif, merupakan kedua kalinya terjadi di laut Natuna. Sebelumnya, kapal patroli PSDKP dipaksa melepaskan kapal pencuri ikan berbendara Cina oleh kapal patroli mereka.

Menurut Danlanal, aksi tersebut diduga untuk mencegah kapal ikan Cina ditahan oleh pihak KKP. Bisa dengan sengaja untuk menenggelamkan kapal tersebut untuk menghilangkan barang bukti dan bisa diduga tindakan mengintimidasi awak KKP agar mereka tidak melanjutkan proses penahanan.

”Berdasarkan insiden itu, Lanal mengerahkan Sea Raider untuk membantu memperkuat kapal patroli PSDKP,” ungkap Arif. (aulia)

Respon Anda?

komentar