Lingga Butuh Konsultan Budaya

593
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata (Disbudpar) Pemkab Lingga, H M Asward, mengatakan untuk menata dan menggarap seluruh potensi aset kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Lingga, diperlukan konsultan budaya.

Lingga, kata Asward, memiliki potensi yang begitu besar. Kebudayaan adalah isu strategis yang harus digarisbawahi. Sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Lingga-Riau, peninggalan sejarah yang begitu banyak, museum yang telah berdiri kokoh, menyimpan berbagai koleksi tamadun besar Melayu Kepulauan Riau dari abad ke-16, mulai dari jejak islam di nusantara berabad lalu hingga hari ini belum memampu menyerap wisatawan dengan maksimal.

Menurut Asward, kebudayaan dan pariwisata bisa sejalan. Kebudayaan Lingga dengan gelar Bunda Tanah Melayu yang disematkan 1999 lalu mampu menyedot wisatawan mancanegara. Tak kurang dari seribu wisatawan yang datang diantaranya para peneliti, arkeolog, penulis, sastrawan, dan penyair.

”Selama ini (pariwisata, red) belum digarap maksimal. Dari tahun ke tahun jumlah wisatawan lokal terus menurun. Karena pariwisata di Lingga bukan hanya sekedar pariwisata biasa. Tapi kebudayaannya yang paling utama. Kita butuh konsultan untuk mengkonsep Lingga ini,” ungkap Asward.

Diakui Asward, beragam program telah dimasukkan untuk menyerap Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun hingga kini belum dapat perhatian serius dari Pemprov Kepri maupun Pemerintah Pusat.

”Program cukup banyak yang kita masukkan untuk menyerap DAK. Keuangan daerah terbatas, berpengaruh sama promosi yang kita dapat lakukan. Dari tahun 2010 sampai sekarang jumlah wisatawan hanya naik 24,50 persen. Artinya, belum maksimal,” tambahnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar