Mau Digusur, Pedagang di Pintu Tiga Mangsang Mangaku Belum Siap

1087
Pesona Indonesia
Kepala Satpol PP Batam, Hendri saat dilokasi penertiban kios di Simpang Panbil. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Kepala Satpol PP Batam, Hendri saat dilokasi penertiban kios di Simpang Panbil.
Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Penertiban kios liar yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, beberapa hari lalu di Simpang Panbil. Membuat pedagang pakaian dan rumah makan di kios liar pintu tiga, Bida Ayu, Mangsang jadi khawatir.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pedagang, saat koran Batam Pos (grup batampos.co.id) menjumpai mereka yang sedang berjualan. Mereka mengaku belum siap jika tempat mereka akan digusur oleh tim terpadu.

“Jangan dulu lah, kami mau kemana. Pokoknya belum siap,” ujar Pia, pedagang pakaian seken, Senin (21/3).

Namun ia mengaku, kios yang ia sewa Rp 300 ribu perbulan tersebut memang menyalahi aturan karena dibangun dilahan buffer zone.

“Tau sih mau digusur, tapi dari dulu kayak gini terus,” katanya.

Hal senada juga dikatakan boru Sitinjak, pemilik rumah makan khas Batak di pintu tiga mengatakan ia tidak tahu harus bagaimana jika memang penggusuran tersebut terjadi.

“Kayak mana lah mbak, saya baru sewa tempat ini langsung dua tahun,” keluhnya.

Ia juga mengaku jika penggusuran terjadi ia akan tetap bertahan dan tetap berjualan ditempat tersebut.

“Gak ada lagi tempat berjualan, karena ini satu-satunya usaha saya,” ungkapnya.

Selain pedagang yang menginginkan penundaan, namun ada juga beberapa pedagang yang ingin secepatnya tempat tersebut digusur.

“Dari dulu dicanangkan, tapi sampai sekarang belum terlaksana juga,” ujar Desi.

Ia pun mengaku jika memang benar-benar tempat itu digusur ia bersedia hengkang dari tempat itu, meskipun ia belum tahu dimana ia harus melanjutkan usahanya.

“Tak apalah, mau gimana lagi. Siap tidak siap saya memang harus pergi dari sini, mungkin sampai disitu aja saya jualan disini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Batam, Hendri mengatakan untuk penertiban kios liar di Sei Beduk belum diketahui waktunya, “Kami akan selesaikan dulu kios liar di Batam Kota, setelah itu Sei Beduk dan Batu Aji,” katanya.

Ia menyebutkan ada tiga titik kios liar yang akan digusur di Kecamatan Sei Beduk, seperti Mangsang (pintu tiga), Kampung Bagan dan Duriangkang. (cr19)

Respon Anda?

komentar