Membela Diri, Najib: Saya Bukan Maling

451
Pesona Indonesia
Perdana Menteri Malaysia. Najib Razak. Foto: Bloomberg/http://www.smh.com.au
Perdana Menteri Malaysia. Najib Razak. Foto: Bloomberg/http://www.smh.com.au

batampos.co.id – Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kembali menegaskan kalau ia tidak melakukan tindakan melawan hukum dalam skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Di hadapan massa Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO), ia menyatakan kalau ia bukan maling.

’’Status saya sebagai PM masih belum berubah. Saya tidak akan mencuri properti milik umum. Jangan samakan saya dengan penjahat. Jangan percaya kalau ada yang bilang saya mencuri apa yang menjadi hak rakyat. Saya ini PM yang dipilih rakyat!, saya bukan maling,” ujar  Najib di depan sekitar 5.000 orang. Sabtu lalu (19/3/2016), dia menggelar pertemuan dengan para petinggi dan anggota UMNO di Negara Bagian Pahang.

Sekali lagi, di hadapan para pendukungnya, Najib menegaskan bahwa apa yang diberitakan media tentang skandal korupsi 1MDB dan dirinya tidak benar. Dia tidak pernah menyelewengkan kekuasaan atau mengambil keuntungan dari uang rakyat.

’’Jika memang punya niat jahat, saya pasti merampok hutan di sini sejak lama,’’ ungkapnya sebagaimana dilansir Kantor Berita Bernama.

Jangankan korupsi, menurut pemimpin 62 tahun itu, dirinya bahkan tidak pernah sedikit pun berusaha menguasai kekayaan alam Malaysia untuk kepentingan sendiri.

’’Saya tidak pernah mengambil sedikit pun. Tidak satu inci atau satu batang pun pohon yang saya kuasai di Pahang ini. Saya juga tidak menguasai tambang bauksit,’’ lanjutnya dengan suara tinggi.

Pernyataan Najib di hadapan para pendukungnya itu, menurut sejumlah pakar politik, mengindikasikan bahwa pertahanan sang PM mulai goyah. Tampaknya, dia mulai tidak yakin pemerintahannya masih bisa bertahan. Apalagi, tokoh-tokoh politik mulai bersekutu dengan oposisi untuk mendesak Najib mundur dari jabatannya.

Mahathir Mohamad, PM Malaysia dengan masa jabatan paling lama, meninggalkan UMNO semata karena skandal korupsi 1MDB. Belakangan, politikus 90 tahun itu semakin sering terlibat dalam unjuk rasa untuk menggulingkan Najib. Bahkan, dia rela kehilangan posisi bergengsi sebagai anggota Dewan Penasihat Petronas karena yakin Najib bersalah.

Sebelum Najib hengkang pun, skandal 1MDB dan Najib membuat UMNO terbelah. Apalagi setelah partai yang dia pimpin itu menonaktifkan Muhyiddin Yassin dari jabatan wakil ketua. Tahun lalu, Yassin juga kehilangan jabatan sebagai wakil PM karena mendesak Najib berbicara jujur tentang skandal yang melibatkan dana sebesar USD 681 juta (sekitar Rp 8,9 triliun) itu.

’’Dia (Najib) masih tetap mengendalikan dewan tertinggi (UMNO) dan para petinggi partai. Tapi, mereka yang ada di cabang mulai meninggalkan partai dan mendesak aparat menyelidiki kasus tersebut dengan jujur dan terbuka,’’ papar Terence Gomez, pakar ekonomi politik pada University of Malaya. Dia yakin, Najib sudah kehilangan dukungan akar rumput UMNO. (wallstreetjournal/financialtimes/jpgrup)

Respon Anda?

komentar