Menkeu: 6.000 WNI Punya Rekening di Salah Satu Negara

2036
Pesona Indonesia
Singapura. Foto: istimewa
Singapura. Foto: istimewa

batampos.co.id -Pengambunan pajak yang akan segera diberlakukan Pemerintah Indonesia, menjadi momentum bagi warga negara Indonesia (WNI) yang memarkir dana mereka di berbagai bank di luar negeri.

Caranya tak sulit, orang-orang kaya pemilik rekening jumbo di luar negeri bisa menarik dana mereka untuk diinvestasikan di dalam negeri. Pemerintah menjamin akan memberikan pegampunan pajak dengan skema yang telah disusun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengaku sudah punya data rekening orang Indonesia di luar negeri. Ia berharap, dengan skema yang akan diterapkan, yaitu pengampunan pajak, rekening tersebut bisa kembali ke Indonesia, atau paling tidak dideclare secara tegas.

“Kami sudah tahu bagaimana polanya. Polanya biasanya dibentuk Special Purpose Vehicle (SPV) di berbagai tempat di dunia. Paling populer untuk Indonesia adalah British Virgin Islands. Nah dari situ kemudain SPV-SPV tersebut menyimpan uangnya di salah satu negara,” papar Menkeu kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3/2016) petang.

Menkeu mengaku sudah mengidentifikasikan, baik bank-nya maupun rekeningnya. Ia menyebut, bahkan di salah satu negara lebih dari 6000 Warga Negara Indonesia (WNI) punya rekening di negara tersebut. Kemudian ada 2000 SPV yang  terkait dengan 6000 nama WNI tersebut.

Tentunya, lanjut Menkeu, uang yang disimpan di sana belum tercatat sebagai aset yang dilaporkan di dalam SPT (Surat Pemberitahuan) tahunan pajak.

“Ini  bagian nanti yang kita kejar,” kata Menkeu seraya berharap pemilik uangnya dengan sukarela nanti melaporkan atau ikut di dalam program pengampunan pajak yang akan dilakukan pemerintah nantinya.

Negara mana yang dimaksud? Menkeu belum mau menyebutkan. Namun besar dugaan negara yang dimaksud adalah Singapura. Negera tetangga Kota Batam itu selama ini  menjadi surga orang-orang kaya asal Indonesia menaruh kekayaan atau uangnya di Singapura. Alasannya pajak dan hukum yang relatif stabil di Singapura.

Perhitungan pemerintah pada 2014 lalu, total uang orang kaya Indonesia secara pribadi di Singapura mencapai Rp 1.500 triliun.

Nilai itu belum termasuk dana atau aset perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Singapura. Bila ditambah uang perusahaan bisa jadi US$ 300 miliar lebih atau sekitar Rp 3.600 triliun hingga Rp 4.000 triliun. (nur/setgab/jpgup)

Respon Anda?

komentar