Miliarder Swiss Lahirkan Anak Kembar di Usia 53 Tahun

548
Pesona Indonesia
Presiden Marseille Vincent Labrune (kiri) foto bareng dengan pemilik Olympique Marseille Margarita Louis Dreyfus. Senin (21/3/2016) lalu Margarita melahirkan anak perempuan kembar di usianya yang ke-53 tahun. Foto: Snapper/http://www.news.com.au
Presiden Marseille Vincent Labrune (kiri) foto bareng dengan pemilik Olympique Marseille Margarita Louis Dreyfus. Senin (21/3/2016) lalu Margarita melahirkan anak perempuan kembar di usianya yang ke-53 tahun. Foto: Snapper/http://www.news.com.au

batampos.co.id – Memiliki sepasang anak kembar agaknya tidak cukup bagi Margarita Louis-Dreyfus, 53. Pebisnis kelahiran Leningrad, Rusia, itu, Senin kemarin (21/3/2016) kembali melahirkan bayi kembar perempuan.

Twin imut tersebut merupakan buah cinta dari hubungannya dengan Wakil Presiden Black Rock Philipp Hildebrand, 52, yang juga mantan kepala Bank Sentral Swiss.

Sebelumnya, pimpinan sekaligus pemilik mayoritas saham di Louis Dreyfus Commodities itu memiliki tiga anak hasil pernikahannya dengan Robert Louis-Dreyfus. Yaitu, Eric yang lahir pada 1992 serta si kembar Maurice dan Kirill yang dilahirkan pada 1998. Robert meninggal karena leukemia pada 2009.

’’Ibu dan kedua bayinya sehat,’’ tulis pihak Louis Dreyfus Commodities melalui e-mail ke beberapa media.

Januari lalu mereka mengungkapkan bahwa Margarita berencana mengambil libur pendek pasca melahirkan. Semula, bayi kembar itu diperkirakan lahir pada awal April.

Margarita baru-baru ini masuk dalam daftar orang terkaya sejagat urutan ke-171 versi majalah Forbes. Perempuan yang kini menjadi warga negara Swiss itu tahun lalu memiliki kekayaan USD 8,4 miliar (Rp 110,7 triliun).

Di sisi lain, majalah Fortune menempatkan Margarita dalam urutan ke-21 sebagai Perempuan Paling Berpengaruh di Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Margarita juga merupakan pemilik klub sepak bola Olympique de Marseille.

Alumnus Leningrad Institute of Soviet Trade itu bertemu dengan Robert dalam penerbangan dari Zurich ke London pada 1988. Keduanya jatuh cinta dan akhirnya menikah pada 1992.

Pasca menikah, Margarita lebih memilih menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.  Namun, setelah suaminya meninggal, dia langsung mengambil alih perusahaan.

Perubahan manajemen itu sempat membuat perusahaan milik keluarga yang telah berusia 165 tahun tersebut terguncang. Margarita mengganti beberapa pucuk pimpinan di perusahaan. Beberapa tahun ini dia secara progresif terus menambah sahamnya. Margarita bahkan berencana membeli saham-saham minoritas yang dimiliki anggota keluarga Louis-Dreyfus. (Reuters/AFP/jpgrup)

Respon Anda?

komentar