Pemkab Lingga Rencana Bangun PLTA

744
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kondisi ketersediaan listrik yang cukup menghawatirkan di Kabupaten Lingga akan langusng ditangani Bupati Lingga Alias Wello dan wakilnya, M Nizar.

Awe-Nizar (sebutan pasangan ini, red) berencana akan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di masa mendatang.

Pembangunan mega proyek ini telah disampaikan kepada Kementrian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta.

Staf Khusus Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Lingga Rudi Purwonugroho, mengatakan, pembangunan yang membutuhkan dana besar tersebut diajukan sebagai jawaban untuk memenuhi kebutuhan akan listrik di Lingga. Sekaligus, PLTA tersebut juga sebagai bentuk fasilitas yang disediakan pemerintah kepada seluruh investor yang masuk.

”Pembangunan ini membutuhkan dana besar, makanya kami telah menyampaikan hal tersebut ke Kementerian PU,” kata Rudi di ruangannya, Senin (21/3) pagi.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, pengajuan pembangunan mega proyek PLTA tersebut bukan tidak memiliki alasan yang kuat, karena Kabupaten Lingga memiliki banyak energi yang dihasilkan air. Pria mantan Anggota DPRD Lingga ini juga mencontohkan begitu banyak air terjun yang belum dimanfaatkan dengan baik.

Sesuai rancangan pembangunan PLTA tersebut, Rudi mengatakan akan memanfaatkan sejumlah air terjun untuk menghasilkan energi yang diubah menjadi listrik. Pembangunan PLTA tersebut juga telah masuk dalam daftar program Awe-Nizar jauh hari sebelumnya.

”Ini memang menjadi perhatian pemerintah untuk menyediakan listrik yang diperlukan bagi masyarakat dan inventor yang akan datang,” kata Rudi.

Namun untuk tahap awal, sambung Rudi, Pemkab Lingga akan membicarakan pemenuhan kebutuhan listrik bersama PLN. Dan, Rudi meyakini jika PLN dapat mencari solusi lebih baik agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan investor ke depan.

Sebelumnya, Supervisor Pembangkit PLN Rayon Dabo Singkep, Sarjono, mengatakan beban puncak PLN saat ini mencapai 3,6 Mega Watt (MW). Pemenuhan kebutahan listrik tersebut terpenuhi dengan menggunakan mesin pembangkit sewa CAT.

”Mesin yang ada hanya mampu memenuhi beban puncak yang ada saat ini. Jika ada permintaan listrik yang besar seperti industri, mungkin PLN Cabang atau PLN wilayah dapat mengambil tindakan lain,” ujar Sarjono. (wsa)

Respon Anda?

komentar