Penetapan Tersangka Bansos Batam Molor Lagi

1422
Pesona Indonesia
Aspidsus Kejati Kepri Rahmat (2 dari kanan) memperlihatkan uang pengembalian korupsi Pembangunan Kebun Raya Batam di Kejati Kepri, Selasa (8/12/2015).  Kasus dugaan korupsi dana Bansos Batam juga tinggal menunggu penetapan tersangka. Foto: Yusnadi/Batam Pos
Aspidsus Kejati Kepri Rahmat (2 dari kanan) memperlihatkan uang pengembalian korupsi Pembangunan Kebun Raya Batam di Kejati Kepri, Selasa (8/12/2015). Kasus dugaan korupsi dana Bansos Batam juga tinggal menunggu penetapan tersangka. Foto: Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, N Rahmad, mengatakan pihaknya saat ini tengah merampungkan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemko Batam tahun 2011-2012 senilai Rp 66 miliar.

”Nama orang yang akan kami tetapkan sebagai tersangka sudah ada. Tapi tidak bisa saya sampaikan ke publik untuk saat ini,”ujar Rahmad, Senin (21/3/2016).

Dikatakan Rahmad, setelah merampungkan proses penyidikan. Secepatnya ia akan meminta kepada Kepala Kejati Kepri untuk menandatangani Surat Penetapan Tersangka (SPT) dalam kasus korupsi Bansos Batam tersebut.

”Nanti langsung kami usulkan ke pak Kajati agar secepatnya menandatangani SPT nya,”kata Rahmad.

Rahmad pun mengakui pihaknya agak sedikit lamban dalam mengumumkan tersangka korupsi Bansos Batam. Hal tersebut karena harus melalui Standar Operasional (SPO) dan tidak bisa buru-buru.

”Ya kami minta maaf kalau untuk mengumumkan tersangkanya kembali molor. Karena masih harus gelar perkara terlebih dulu, walaupun nama orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka sudah kami kantongi,” ucap Rahmad.

Sementara itu, saat ditanya kapan akan mengumumkan orang yang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bansos Batam, Rahmad, belum bisa memastikan. Ia hanya mengatakan sesegera mungkin akan mengumumkan setelah semua tahap selesai dikerjakan pihaknya.

”Saya tak bisa pastikan waktunya, secepatnya akan kami umumkan sama dengan kasus dugaan korupsi di Anambas,”ucapnya.

penyelidikan dugaan korupsi dana Bansos tahun 2011-2012 ini dilakukan pihak Kejati Kepri atas laporan masyarakat ke Kejaksaan Agung dan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kepri, tidak hanya itu, kasus ini juga menjadi priorotas Kejati Kepri karena adanya rekomendasi dari pihak Kejaksaan Agung.

Dari penelusuran dalam kasus ini, terkait dugaan korupsinya, bermula dari Pemerintah Kota Batam yang memiliki anggaran untuk dana hibah sebesar Rp 66 miliar ditahun 2011.

Pemko Batam kemudian memberikan belanja hibah ini dalam bentuk uang yang diberikan kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, kelompok masyarakat dan perorangan. Dengan rincian, Pemerintah Pusat Instansi Vertikal Rp 11,2 miliar, Organisasi Semi Pemerintah Rp 3,2 miliar, dana BOS ke sekolah swasta Rp 15,6 miliar, Kelompok Masyarakat Rp 21,6 miliar dan Perorangan Rp 14,8 miliar hingga total keseluruhan Rp 66,5 miliar. Sistem penyaluran dana ini dengan mekanisme LS ditransfer dari kas daerah Kota Batam kepada rekening penerima hibah.

Terungkap bahwa belanja hibah yang disalurkan ini tidak lengkap dengan laporan pertanggungjawaban dan naskah hibah. Belanja hibah itu dianggarkan pada dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dan sekretariat daerah selaku satuan kerja pengelola keuangan daerah (SKPKD).

Namun dari jumlah tersebut diketahui yang dilengkapi dengan naskah hanyalah sebesar Rp 14,4 miliar. Sedangkan sisanya sebesar Rp 52 miliar, tanpa memiliki naskah hibah dan tidak dilengkapi dengan laporan pertanggungjawaban.

Penyaluran dana hibah puluhan miliar yang tidak dilengkapi dengan laporan pertanggungjawaban ini terungkap dalam hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah Kota Batam tahun anggaran 2011. (ias)

Baca Juga:
> Kajati Sebut Tersangka Kasus Bansos Batam Bakal Banyak
> Agussahiman Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos
> Pengurus PS Batam Diperiksa Jaksa Terkait Bansos
> Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos
> DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam
> Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos
> Divonis Ringan, Koruptor Kebun Raya Batam Sujud Syukur
> Terdakwa Korupsi Kebun Raya Batam Kembalikan Kerugian Negara Rp 2, 742 Miliar

Respon Anda?

komentar