Perpustakaan Daerah Bintan Belanja Buku Senilai Rp 10 Juta Saja tahun Ini

503
Pesona Indonesia

siswasdbacabatampos.co.id – Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Bintan lebih menyasar pembaca anak-anak dalam program-program peningkatan bacanya. Hal ini diimplikasikan dengan lebih banyaknya kegiatan berkunjung langsung ke sekolah-sekolah. Baik itu di sekolah kawasan daratan maupun pesisir.

“Kalau di sekolah yang di pelosok, kami bawa mobil baca keliling. Kalau di pulau, kami pakai perpustakaan apung,” ujar Kepala KPAD Bintan, Dahlia Zulfah, kemarin.

Pada kegiatan tahun ini, tak ayal mayoritas program peningkatan minat baca berkisar seputar anak-anak. Termasuk juga dalam prioritas pengadaan koleksi buku bacaan. Dahlia menjelaskan, buku-buku anak memang mesti ditambah dan diperbaharui setiap tahunnya. Walau sebenarnya jumlah koleksi buku bacaan anak sudah cukup banyak, Dahlia menyatakan tetap mesti ditambah.

“Bayangkan saja, kalau setiap kami datang ke sekolah, buku yang kami bawa itu-itu saja, pasti anak-anak bosan,” kata mantan Camat Bintan Utara ini.

Tahun ini telah dianggarkan alokasi dana Rp 10 juta untuk penambahan koleksi buku bacaan. Dana itu difokuskan untuk penambahan eksemplar buku-buku bacaan anak. Kalau buku anak rata-rata seharga Rp 30 ribu maka yang terbeli 333 eksemplar buku.

Lantas, bagaimana dengan buku bacaan dewasa? Dahlia menjelaskan, sebagian besar koleksi perpustakaan daerah Bintan memang masih dominan buku bacaan dewasa. Sehingga ia merasa belum perlu menambahnya. Lain halnya dengan buku bacaan anak-anak.

“Yang lebih ramai datang anak-anak. Mereka cari buku anak-anak. Makanya kami tambah buku anak-anak,” kata Dahlia.

Penambahan koleksi buku bacaan secara masif tetap bakal dilakukan. Namun, kepastian ini seiring menunggu dengan pembangunan gedung perpustakaan yang lebih memadai. Mengingat, gedung yang ada saat ini di Bintan Timur sudah sedemikian tak mampu menampung 11.000 eksemplar buku yang tersedia di sana.

Dahlia memaparkan wacana pembangunan gedung baru perpustakaan ini sudah diusulkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bintan. Harapannya, usulan ini bisa masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Bintan dan bisa dilaksanakan di tahun 2017 mendatang. Dahlia tak memungkiri, gedung perpustakaan yang nyaman juga secara tidak langsung berpengaruh terhadap peningkatan minat baca masyarakat Bintan.

“Itu semua target besarnya. Karena itu jangan sampai perpustakaan itu hanya jadi gedung buku saja,” pungkas Dahlia. (muf)

Respon Anda?

komentar