Pria Berkebutuhan Khusus Ini Meregang Nyawa Dihajar Sekuriti

1154
Pesona Indonesia
Tersangka memperagakan adegan penganiayaan terhadap pria berkebutuhan khusus yang nyelonong di Perumahan Winner Milenium Bengkong, Selasa (22/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Tersangka memperagakan adegan penganiayaan terhadap pria berkebutuhan khusus yang nyelonong di Perumahan Winner Milenium Bengkong, Selasa (22/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Darma, pria yang dianiaya hingga tewas oleh sekuriti Perumahan Winner Milenium Bengkong, ternyata pria yang berkebutuhan khusus. Orang awam menyebutnya pria dengan keterbelakangan mental.

Guna mengungkap lebih jelas proses penganiayaan yang berujung maut itu, jajaran Kepolisian Bengkong menggelar rekonstruksi sejak pukul 10.30 WIB, Selasa (22/3/2016). Tiga tersangka beranama Agustinus Zendrato, Sarif Sahala Siregar, dan Fanohugo Sihura, memperagakan 17 adegan penganiayaan tersebut.
Pantauan batampos.co.id, ketiga tersangka cukup tenang memeragakan setiap adegan demi adegan hingga Darma tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam di Seraya.
“Ada 17 adegan yang kita peragakan dalam rekonstruksi hari ini, dan alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar,” ungkap Kapolsek Bengkong AKP Syamsurizal.
Pria yang akrab disapa Rizal ini mengatakan tidak ada temuan baru dalam rekonstruksi kali ini. “Tidak ada temuan baru, semua sudah sesuai dengan yang di BAP,” ujarnya.
Adegan dimulai saat Darma mendatangi Perumahan Winner Millenium pada 21 Januari 2016 sekitar pukul 23.00 WIB. Darma datang seorang diri dan mengaku ingin mengunjungi rumah keluarganya di perumahan tersebut.
Ketika ditanya oleh tersangka Agustinus Zendrato, siapa nama  keluarga yang mau ia kunjungi, Darma hanya diam dan terus masuk hingga menerobos pos keamanan.
Setelah itu, tersangka Agustinus dan tersangka Fanohugo Sihura mencoba menghentikan Darma yang terus berjalan masuk ke area perumahan.
Bukannya berhenti, Darma malah mengambil  kayu di rumah No 1 Blok B1 dan hendak memukul kepala kedua tersangka.
Kemudian tersangka mencoba menjaga jarak dengan korban. Darma yang telah memegang kayu kemudian melanjutkan perjalanan hingga ke ujung jalan perumahan.
Hingga akhirnya Darma duduk di rumah no 18 Blok F1. Kemudian saksi yang ada di rumah tersebut mencoba menanyakan siapa pria yang duduk di rumahnya itu kepada Agustinus Zendrato. Di saat Agustinus berbicara kepada saksi, Darma tiba-tiba memukul kepala Agustinus tiga kali.
Kepala Agustinus pun mengalami pendarahan hingga menyulut emosi petugas keamanan lainnya. Mereka langsung mengamankan Darma dan melakukan penganiayaan bersama-sama.
Melihat Darma luka parah dan tak berdaya, barulah sekuriti perumahan lainnya bersama warga ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Seraya, sekitar pukul 02.00 WIB (22 januari 2016).
Luka penagniayaan menggunakan benda tumpul di bagian kepala yang diderita Darma membuat nyawanya tak tertolong. Polisi kemudian meringkus ketiga orang yang ikut menganiaya Darma. (eggi)

Respon Anda?

komentar