Rivalitas Calon Rektor UMRAH; Malik dan Syafsir

1468
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Perlu hingga hari terakhir pendaftaran, Panitia Pemilihan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang mengantongi nama-nama yang bakal calon orang nomor satu di perguruan tinggi negeri ini. Ketua panitia, Winata Wira menerangkan, Senin (21/3) kemarin, pihaknya telah menerima dua bundel berkas pendaftaran. “Atas nama Doktor Abdul Malik dan Profesor Syafsir Akhlus,” sebut Wira, Selasa (23/3).

Yang kali pertama mendaftar adalah Abdul Malik. Dosen yang kini masih aktif menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini menyerahkan bundel berkas pendaftarannya pada panitia Senin (21/3) sekitar pukul 15.30 WIB.

Beberapa jam setelahnya, sambung Wira, sekitar pukul 18.45 WIB, giliran Syafsir Akhlus yang menemui panitia. Guru besar ITS ini merupakan rektor petahana yang periode masa jabatannya habis tahun ini.

“Karena kemarin memang hari terakhir, dengan ini panitia mengumumkan hanya mendapatkan dua nama bakal calon rektor,” ujar Wira.

Bila tidak ada halangan, Kamis (24/3) besok panitia sudah mengumumkan hasil verifikasi dua bundel berkas pendaftaran tersebut. Sejauh ini, sepengamatan sementara belum ditemui kendala dalam proses verifikasi. Mulai dari pemeriksaan kelengkapan administrasi hingga pengecekan validitasnya sesuai dengan tata-tertib yang ada. “Alhamdulillah kami masih on schedule,” ucapnya.

Masing-masing bakal calon rektor UMRAH Tanjungpinang mengaku punya tugas berat ke depannya bila dipercaya mengemban amanah sebagi rektor. Prinsipnya, kata Malik, ada tiga hal masuk dalam kerja-kerja prioritas.

“Kelembagaan, pengembangan SDM, dan perbaikan sarana-prasarana,” ucap Doktor Filsafat Melayu ini.

Tiga agenda prioritas kerja ini yang bakal menjadi fokus Malik bila dipercaya sebagai rektor selama empat tahun ke depan. Semua itu kata dia masih satu arus dalam mewujudkan UMRAH Tanjungpinang sebagai perguruan tinggi terkemuka di bidang maritim.

Dihubungi terpisah, Syafsir Akhlus juga mengatakan, pekerjaan membangun UMRAH Tanjungpinang belum selesai. Menurut Guru Besar ITS ini, masih ada banyak hal yang mesti dilakukan menuju UMRAH sebagai kampus terkemuka.

“Masih banyak PR yang belum diselesaikan. Dan kami siap bekerja keras untuk itu,” ujarnya.

Di antara yang bakal dikerjakan di tahun-tahun hadapan bila kembali dipercaya meneraju UMRAH, Syafsir bakal menitikberatkan pada perbaikan SDM.

“Baik itu secara kapabilitas maupun sikapnya,” ungkapnya.

Soal menjadikan UMRAH sebagai perguruan tinggi terkemuka di bidang maritim, Syafsir menyatakan kerja yang masih menanti adalah perbaikan kualitas program studi sehingga bisa meraih akreditasi yang lebih tinggi. Termasuk juga di dalamnya adalah kemungkinan membuka jurusan-jurusan studi baru yang sudah dirancang.

“Menjadikan UMRAH sebagai kampus terkemuka masih dan akan selalu menjadi cita-cita semua civitas akademika,” pungkasnya. (muf)

Respon Anda?

komentar