Satlantas Bantu Warga Lolos dari Banjir

1541
Pesona Indonesia
Polwan Satlantas Polres Pariaman mengevakuasi warga korban banjir di Alai, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Foto-Yusnita for Padek)
Polwan Satlantas Polres Pariaman mengevakuasi warga korban banjir di Alai, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Foto-Yusnita for Padek)

batampos.co.id – Hujan deras melanda Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Hujan mengguyur sejak Selasa (22/3) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.

Hujan yang tak putus mengakibatkan empat kecamatan terendam banjir dan sejumlah jalur transportasi lumpuh.

Lumpuhnya transportasi akibat akibat jembatan yang menjadi penghubung terbawa banjir.

Kondisi ini membuat itu ratusan kepala keluarga (KK) terpaksa terisolasi sementara waktu.

Adapun wilayah yang terendam banjir tersebut, yakni di Kecamatan Pariaman Tengah.

Di wilayah ini banjir terparah terdapat di Kelurahan Alai Galombang, Kelurahan Kampung Perak, Pondok II, Taratak, Jalanbaru dan Kampungbaru, Ujung Batuang dan Cimparuah, dengan ketinggian banjir mencapai satu setengah meter.

Akibat kondisi ini, sejumlah warga dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman dan jajaran Satlantas Polres Pariaman.

Warga diungsikanĀ  ke tempat yang lebih tinggi, seperti di Mushalla dan Masjid.

“Ini banjir terparah yang kami alami selama ini, untunglah Pemko Pariaman segera bergerak kalau tidak apalah jadinya,”ujar Mai warga Cimparuah dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (22/3).

Camat Pariaman Tengah Adi Junaidi menyebutkan meski banjir tergolong parah, namun tidak ada korban jiwa.

Kondisi paling parah terdapat di Kecamatan Pariaman Tengah. Di sana terdapat 6 Desa dan 16 kelurahan.

Dia mengklaim Pihak kecamatan saat ini sudah berupaya mendistribusikan bantuan makan siang bagi korban banjir terutama yang memiliki dampak terparah, hingga pukul 14.00 wib tadi 400 nasi bungkus dari BPBD Kota Pariaman sudah didistribusikan oleh kecamatan.

Sementara warga yang terisolasi dialami kawasan Kuraitaji. Di sana terdapat sebuah jembatan yang terban. Jembatan itu menghubungkan Kota Pariaman dengan Kota Padang.

Kondisi ini disikapi oleh jajaran Polres Pariaman dengan memasang police line di sejumlah jalur. Jalur yang dipasangi garis polisi menunjukan jalurnya tak bisa dilewati pengendara. (nia/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar