Tour de Bintan 2016; Pesepeda dari 40 Negara Siap Beradu Cepat

603
Pesona Indonesia

tourdebintan
batampos.co.id – Gelaran balap sepeda bertaraf internasional, Tour de Bintan memasuki tahun kesembilan. Pemerintah Kabupaten Bntan terus mempersiapkan segala hal sedari sekarang. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, Luki Zaiman Prawira mengutarakan, untuk gelaran Tour de Bintan 2016 yang diselenggarakan 1-3 April mendatang, sudah dipastikan ada ratusan pesepeda dari 40 negara yang bakal beradu cepat di lintasan.

“Ini akan menjadi gelaran yang fantastis dan luar biasa kalau sampai ada peserta dari 40 negara di dunia,” kata Luki, Senin (21/3).

Menjadi fantastis karena dalam benak Luki, bila ratusan atau bahkan ribuan peserta yang berasal dari 40 negara itu pulang ke negara asalnya dan bercerita tentang keindahan panorama Bintan, akan menjadi promosi pariwisata yang efektif.

“Kami tak dapat pungkiri, dana promosi itu terbatas. Tapi mulut ke mulut seperti itu akan sangat efektif. Teman lebih percaya dengan teman, daripada brosur,” katanya.

Maka dari itu, menuju ke sana, saat ini Pemkab Bintan sedang menyiapkan segala hal menyangkut ketersediaan sarana penunjang penyelenggaraan Tour de Bintan. Luki menandai, kualitas aspal jalanan yang ada di Bintan menjadi prioritas. Sebab itu, saat ini sejumlah ruas jalan yang rutin menjadi bagian panjang dari lintasan sedang dalam tahap pengerjaan perbaikan dan pengecekan kondisi akhir.

Sejauh ini, selama delapan tahun terakhir, Tour de Bintan memang menjadi agenda olahraga berbasis kepariwisataan andalan Bintan, selain agenda lain semisal Bintan Triathlon atau Ironman Bintan 70.3. Khusus tentang Tour de Bintan, Luki menerangkan, Pemerintah Kabupaten Bintan selama ini tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menyelenggarakan ajang sekelas itu.

“Karena kami sudah membangun koneksi bagus dengan penyelenggara dari luar negeri. Paling banyak, kami hanya menganggarkan Rp 1 miliar,” tuturnya.

Dengan uang segitu, sambung Luki, uang yang masuk ke Bintan bisa mencapai dua kali lipat. Karena arus perputaran selama hari-hari penyelenggaraan begitu kencang. Karena nyaris tidak mungkin hanya seorang diri saja peserta yang datang.

“Mereka itu pasti bawa tim, ada juga yang bawa keluarga. Itu akan berimbas pada jumlah hunian. Artinya juga bertambah pula nilai pajak yang kami terima,” jelas Luki.

Terlebih Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan dari sektor pariwisata bisa menyumbang lebih dari 50 persen dari jumlah total. Hal ini yang menjadi alasan segala kegiatan berbasis kepariwisataan mesti disokong dengan baik. “PAD ini berasal dari sejumlah pajak. Dan tentu yang paling besar akan dihasilkan dari sektor pariwisata, sebagaimana yang sudah-sudah ada sebelumnya,” ujar Luki.

Belum lagi, sambung Luki, di setiap penyelenggaraan ajang bertaraf internasional bisa turut meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Bintan. Terlebih tahun ini, Bintan diminta turut menyokong target kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepri sebesar 2,5 juta orang.

“Sepaling-paling tidaknya, kami ingin bisa menyumbang 15-20 persen dari total itu,” pungkas Luki. (muf)

Respon Anda?

komentar