Tumpas Kegiatan Ilegal, Lantamal IV Tanjungpinang Perkuat Armada

1174
Pesona Indonesia
Ilustrasi kapal TNI AL. Foto: istimewa
Ilustrasi kapal TNI AL. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang memiliki tugas berat untuk menumpas berbagai kegiatan ilegal di laut, seperti penyelundupan dan pencurian ikan di perairan Kepri.

Letak  Tanjungpinang maupun wilayah lainnya di Kepri yang berbatasan langsung dengan beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, plus Cina yang kini mengklaim perairan Natuna sebagai bagian dari wilayah mereka, membuat tugas Lantamal IV Tanjungpinang tidak ringan.

Nah, guna mendukung semua tugas berat itu, armada patrolinya kini diperkuat. Bahkan, Senin (21/3/2016), Lantamal IV Tanjungpinang menerima sebuah kapal patroli Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapor 11-4-64.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan menerima kapal patroli dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI diwakili Laksamana Pertama TNI Budiharjo Raden di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (21/3/2016).

Penyerahan kapal tersebut dihadiri perwakilan dari Kemenhan RI, Danguskamlabar Laksma TNI M. Ali, Direktur PT Palindo Ahak Hermanto, Kepala Zona Maritime Barat Laksamana Pertama Maritim U.K Agung dan Komandan Lanal Batam.

Menurut Komandan Lantamal IV, dengan diterimanya KAL Mapor ini akan menambah angin segar dan daya gempur Lantamal IV untuk mengamankan wilayah Kepri yang nantinya akan dioperasikan Satkamla Lantamal IV Tanjungpinang.

KAL Mapor sangat cocok dioperasikan di wilayah Kepri karena dirancang dapat memasuki perairan dangkal dan dapat bergerak cepat, lincah serta mempunyai kecepatan 26 Knots.

“Dengan penambahan kapal patroli ini, harapan masyarakat Kepri untuk keamanan perairan Kepri dari segala bentuk kegiatan ilegal dapat diantisipasi dan diwujudkan,” tegas Danlantamal IV.

Kepala Dispenarmabar, Letkol Laut (KH) Ariris Miftachurrahman menjelaskan KAL Mapor 11-4-64 merupakan kapal karya anak bangsa yang diproduksi PT. Palindo Marine Batam. KAL berbahan almunium itu hasil pengadaan Balitbang Kemenhan RI tahun 2014. Spesipikasi teknis kapal, yakni LOA 30 meter, lebar 5,85 meter, sarat air 1,05 meter, displacement 75 ton dan kecepatan mencapai 26 knots (full load) serta berkapasitas 15 orang.(fri/jpnn)

Respon Anda?

komentar