Turis Korea Tewas Saat Naik Banana Boat, Pemandu Akui Lalai, Meski Tak Sengaja

1260
Pesona Indonesia
Turis menikmati wahana laut, banana boat. Foto: istimewa
Turis menikmati wahana laut, banana boat. Foto: istimewa

batampos.co.id – Hajidin alias Udin (23), terdakwa kasus kelalaian yang menyebabkan tewasnya Kim Hong Seok (19), wisatawan asing asal Korea saat bermain olahraga laut jenis banana boat di Kawasan wisata Lagoi di Bintan Lagoon Resort pada Sabtu (9/1/2016). Ia mengaku bersalah dan menyesal atas peristiwa yang tidak diduganya itu.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan dihadapan Ketua Majelis Hakim, Guntur Kurniawan dalam sidang yang mengagendakan pemeriksaan keterangan terdakwa yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (21/3/2016).

Dalam keterangannnya, terdakwa menyampaikan kejadian itu berlangung begitu cepat. Saat itu dirinya yang merupakan staf sea sport (pemandu olahraga laut) milik CV Laut Alam Indah menjadi sopir boat penarik banana boat tersebut dibantu rekannya, Amatus (50) membawa dua orang turis. Sebelum kejadian, dirinya sempat membawa turis tersebut berkeliling-keliling selama 10 menit.

”Kami sempat berkeliling hingga 10 menit. Namun, mungkin karena banana boat yang mereka naiki tidak balance, mereka kemudian terjatuh. Saat itulah kami hendak menolong, dan mendekati mereka, namun saat ke arah mereka, saya memutarnya terlalu tajam, dan gas tertarik begitu kencang, hingga kami juga terjatuh dari boat,” terang Udin.

Saat terjatuh itulah, boat itu pun berputar-putar tanpa pengemudi hingga menuju ke arah posisi turis terjatuh. Boat itu sempat berputar sebanyak tiga kali sebelum lambung dan baling-baling kapal menghantam turis itu.

”Tidak ada reaksi (mengelak) dari kedua turis yang saya lihat saat kapal berputar putar, hingga kapal menghantam mereka. Yang saya perhatikan turis laki-laki itu mengalimi luka di bagian lengan, dan dari hidungnya mengeluarkan darah, sedangkan turis wanita hanya mengalami luka di lengan,”kata Udin.

Mendengar keterangan Udin, Hakim kurniawan kemudian mencecar beragam pertanyaan, terkait kelalaian Udin dalam kejadian itu. Diantaranya, standar operasional saat memandu turis menaiki banana boat, ijin mengemudikan boat, serta tanggungjawab dari perusahaan yang mengakibatkan matinya turis asing itu.

Menjawab pertanyaan itu, Udin mengaku mengetahui ada standar operasional yang harus dilakukan saat memandu wisatawan, untuk menaiki banana boat, khususnya saat menolong wisatawan jika terjatuh dari banana boat itu sendiri.

”Setau saya memang mesin harus dimatikan saat mendekati penumpang, namun saya tidak sempat lagi mematikan mesin karena saya juga terjatuh saat boat terhentak karena gas yang terlalu kencang dan tikungan yang tajam, saat hendak menuju mereka,”jelas Udin.

Selain itu, Udin juga mengakui bahwa dirinya tidak memiliki ijin mengemudi boat, meski perusahaannya memperbolehkannya untuk memandu wisatawan yang hendak menaiki banana boat. Ia bahkan menyampaikan, saat ia melamar di perusahaan tempatnya bekerja, dirinya harus bisa melakukan pekerjaan apa saja yang berhubungan dengan peralatan wahana bermain di tempat wisata Bintan Lagoon Resort tersebut.

”Saya hanya diajari oleh senior-senior di sana, tidak ada training khusus, dan ijin saya kata perusahaan akan di urus, namun pengurusan itu tidak tau bagaimana, karena kata mereka biayanya mahal,”ucap Udin.

Sementara tanggungjawab dari perusahaan tempatnya bekerja, Udin menyampaikan, bahwa perusahaannya telah membantu biaya pengembalian jenazah dan biaya perobatan turis yang mengalami luka.

”Saya sudah dipecat, setau saya, korban yang meninggal telah dibantu biaya pemulangan hingga ke korea dan turis yang mengalami luka telah dibantu biaya perobatan di Singapura,” pungkasnya. (ias)

Respon Anda?

komentar