111 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Simpatik

657
Pesona Indonesia
Anggota Sat Lantas Polresta Barelang saat menggelar Operasi Simpatik di jalan Imam Bonjol beberapa waktu lalu. Foto: Ist
Anggota Sat Lantas Polresta Barelang saat menggelar Operasi Simpatik di jalan Imam Bonjol beberapa waktu lalu. Foto: Ist

batampos.co.id – Sat Lantas Polresta Barelang menilang 111 kendaraan dalam operasi simpatik yang digelar selama 21 hari kemarin. Dalam operasi itu, petugas juga mengeluarkan surat teguran sebanyak 374 perkara.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani mengatakan dari ratusan kendaraan tersebut, 104 diantaranya merupakan sepeda motor. Sepeda motor yang ditindak rata-rata pengendara usia 21-25 tahun.

“Dominan sepeda motor dan banyak yang ditindak tidak memiliki atau membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK),” ujar Andar, kemarin (22/3) siang.

Dia menjelaskan, dari penindakan tersebut, 40 pengendara melanggar kelengkapan keamanan kendaraan, 53 pelanggaran rambu lalu-lintas serta, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

“Termasuk pelanggaran tidak menggunakan helm dan kelengkapan kendaraan lainnya,” tutur Andar.

Menurut Andar, dari 111 kendaraan yang ditilang, pengendaranya didominasi para pekerja swasta, dan seorang pengendara berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara sembilan pengendara merupakan pelajar.

“Tindakan semuanya sama. Dan pada operasi simpatik ini kita mengutamakan teguran,” tegasnya.

“Selama operasi simpatik kita telah melakukan rapat kordinasi dengan pihak terkait sebanyak 3 kali, sosialisasi melalui radio 2 kali, sosialisasi melalui surat kabar 1 kali, pembinaan penyuluhan 10 kali dan memasang spanduk 16 kali,” lanjutnya.

Andar juga mengimbau kepada seluruh pengendara untuk mematuhi aturan berlalu-lintas. Demi keamanan dan kenyamanan pengendara. Dia juga meminta pengendara untuk mengetahui kondisi jalan untuk menghindari kecelakaan.

“Jangan mematuhi peraturan saat ada petugas saja. Tetapi mematuhi peraturan itu dari kesadaran masing-masing,” tutupnya. (opi/eggi)

Respon Anda?

komentar