Astaka MTQ Nasional Jadi Perpustakaan dan Kantor

1111
Pesona Indonesia
Astaka MTQ Nasional di dataran Engku Putri Batam Centre. Foto: istimewa
Astaka MTQ Nasional di dataran Engku Putri Batam Centre. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana mengubah Astaka MTQ Nasional yang berada di Dataran Engku Putri Batamcenter menjadi kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Batam.

Tak hanya itu, sebagian bangunan Astaka juga akan digunakan untuk kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemko Batam.

“Astaka itu mau kita fungsikan, supaya tak kosong itu,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Selasa (22/3/2016).

Menurut Rudi, rencana itu untuk mengoptimalkan fungsi bangunan Astaka ketimbang dibiarkan kosong. Terlebih, bangunan Astaka yang letaknya berada di pinggir jalan dinilai tepat untuk difungsikan sebagai perpustakaan lantaran berupa bangunan yang berdiri sendiri dan mudah diakses publik.

“Kasihan anak-anak sekolah (yang mengakses perpustakaan) karena (kantor yang ada saat ini) sumpek dan panas,” katanya.

Hanya saja, dalam nota hibah Astaka dari Provinsi Kepri ke Pemko Batam disebutkan mestinya bangunan berarsitektur campuran antara budaya Melayu dengan Timur Tengah itu harusnya digunakan untuk museum. Namun, Rudi tak kehabisan akal. Menurut dia, bangunan itu juga sebagian akan dipakai sebagai museum.

“Kalau hibah kan suka-suka saya, dari pada rusak, kalau cuma museum siapa yang akan jaga disitu,” kata Wali Kota.

Rudi menyatakan sudah meninjau gedung yang dibangun untuk gelaran MTQ Nasional Provinsi Kepri tahun 2014 lalu tersebut. Meski begitu, ia mengaku telah menyuruh anak buahnya untuk mengecek dan memastikan kesesuaian bangunan dengan rencana-rencana yang dibuat Pemko Batam itu.

“Dalam minggu ini harus sudah dilaporkan ke saya jadi bisa segera digunakan,” ujarnya.

Astaka yang menjadi arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXV di Batam, Kepri resmi dihibahkan Pemerintah Provinsi Kepri kepada Pemerintah Kota Batam dalam acara syukuran suksesnya MTQ di Dataran Engku Putri Batam, Juni 2014 silam. Astaka itu akan dijadikan museum dengan nama Madani atau Al Madinah.

Penyerahan aset ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kepri Muhammad Sani, Wakil Gubernur Kepri saat itu, Soerya Respationo, Wali Kota Batam saat itu, Ahmad Dahlan, dan Wakil Wali Kota Batam yang kini menjabat Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. (rna/bp)

Respon Anda?

komentar