Kasihan… Bocah Umur 2 Tahun Hanyut Terseret Arus Banjir

1210
Pesona Indonesia
Pengendara terpaksa mendorong roda dua yang telah mati di jalan Adinegoro, Kec Koto Tangah (22/03). Jalan Adinegoro merupakan ruang jalan utama mengubungkan Padang dengan kota/kabupaten terdekat. Foto: Sy Ridwan/Padang Ekspres
Pengendara terpaksa mendorong roda dua yang telah mati di jalan Adinegoro, Kec Koto Tangah (22/03). Jalan Adinegoro merupakan ruang jalan utama mengubungkan Padang dengan kota/kabupaten terdekat. Foto: Sy Ridwan/Padang Ekspres/JPG

batampos.co.id – Empat kecamatan di wilayah Kota Padang, Sumbar, direndam banjir besar, Selasa (22/3). Curah hujan yang tinggi dan buruknya drainase menyebabkan banjir tak kunjung surut. Keempat kecamatan itu adalah Kototangah, Nanggalo, Padang Utara, dan Kuranji.

Hingga tadi malam,  tim gabungan yang terdiri dari BPBDPK Padang, KSB, tim SAR, Basarnas dan dinas terkait lainnya masih mengevakuasi warga yang terjebak dari semalam di rumah mereka masing-masing. Lokasi banjir yang parah adalah Maransi, Parak Jambu, Batipuh Panjang dan Dadok Tunggul Hitam serta Pasia Jambak.

Selain mengevakuasi seluruh warga yang terjebak, pemerintah kota (Pemko) Padang juga memberikan bantuan kepada seluruh korban banjir. Dalam evakuasi itu, dua warga di Batipuah Panjang pingsan karena kedinginan. Kedua wanita itu, telah dilarikan ke puskesmas setempat.

Tidak hanya rumah warga yang tergenang air akibat banjir tersebut. Satu SMP 27 tidak ada proses belajar mengajar (PBM) di sana. Sebab, sekolah tersebut telah tergenang air.

Selain banjir, seorang balita bernama Falco, 2, hanyut terbawa arus sungai di depan rumahnya RT02 RW01 Kelurahan Kubu Dalam Parak Kerakah. Saat ini tim gabungan bersama warga setempat masih melakukan pencarian terhadap bocah tersebut dengan menyisiri aliran sungai.

Tidak itu saja, akibat genangan air merendam Jalan Adinegoro, Lubukbuaya kemacetan panjang kendaraan pun tak terelakkan pagi hari.  Pengendara dan pengemudi harus bersabar melintasi ruas jalan tersebut.

Misalnya, Kampung Berok Kelurahan Nanggalo. Di perkampungan tersebut ratusan rumah terendam banjir, tinggi air bahkan sempat mencapai sedada orang dewasa. Akibatnya, hampir semua perkakas rumah, seperti barang elektronik dan lainnya tidak terselematkan.

Pantauan Padang Ekspres di lokasi, kemarin (22/3) pukul 9.00, puluhan warga terlihat hanya bisa duduk di pinggir jalan dan menunggu air surut dengan sendiri. Terlihat juga beberapa warga yang menempuh banjir dan masuk ke dalam rumah. Ketinggian air yang dilewatinya terlihat mencapaii sepinggang lebih.

Salah seorang warga Kampung Tanjungberok, Irman mengaku baru sadar air mulai naik pukul 3.00 dini hari, saat itu air sudah masuk sampai ke dalam rumahnya setinggi betis orang dewasa.

“Puncaknya itu, sampai sedada orang dewasa, ini memang mulai surut tapi di beberapa titik masih setinggi pinggang lebih,” ujar Irman.

Warga lainnya, Hedi juga mengutarakan hal yang sama, menurutnya banjir kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. (JPG)

Respon Anda?

komentar