Penikam Polisi di Karimun Bukan Kelompok ISIS

515
Pesona Indonesia
Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya . Foto: tanjungpinangpos/jpgrup
Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya . Foto: tanjungpinangpos/jpgrup

batampos.co.id – Tim Densus 88 yang turun ke Tanjungbalai Karimun melakukan pemeriksaan dan kalibrasi atau kloning ponsel milik tersangka Adi yang melakukan penikaman terhadap Bripka Risdiana, anggota Polsek Kota Balai Karimun pada Senin (14/3/2016) pekan lalu. Hasilnya, Adi tidak terbukti termasuk dalam jaringan Islamic State of Iraq dan Suriah (ISIS).

Tim Densus 88 yang membawa ponsel milik tersangka A (Adi, red) ke Jakarta telah membuka isi percakapan Ponsel yang digunakan oleh tersangka. Termasuk juga akun media sosial yang sering digunakan tersangka untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang diduga terlibat dalam jaringan ISIS.

“Intinya, memang tersangka ini tidak termasuk dalam kelompok teroris mana pun, melainkan hanya simpatisan saja,” ujar Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya kepada Batam Pos, Selasa (22/3/2016).

Memang, kata Kapolres, hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi menemukan akun media sosial yang digunakan oleh tersangka untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang diduga terlibat dengan jaringan terorisme. Artinya, meski beberapa kali melakukan komunikasi menggunakan media sosial, tersangka tidak pernah bertemu langsung dengan orang-orang tersebut, melainkan hanya lewat intyernet saja.

”Bahkan, dalam komunikasi melalui media sosial tersebut, tersangka sempat diminta untuk berangkat ke Suriah. Ia dijanjikan bekerja di sana dengan gaji Rp30 juta sebulan,” ujar kapolres.

Namun, disebabkan keterbatasan dana, maka tersangka tidak jadi berangkat ke sana dan kemudian melakukan aksi penikaman terhadap anggota polisi.

“Perlu diketahui, penikaman tersebut tidak langsung dilakukan pada hari Senin (14/3/2016). Ahad (13/3/2016) ia melakukan pantauan di sekitar Mapolsek Kota sebelum beraksi,” ungkap Kapolres.

Dilanjutkannya, dengan tidak terbuktinya tersangka A masuk dalam salah satu kelompok terioris dan hanya bersifat simpatisan saja, maka saat ini penanganan perkaranya sudah diserahkan kepada Polres Karimun dengan pelanggaran tindak pidana umum.

Teresangka dijerat dengan UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang Dadurat, Pasal 351 tentang penganiayaan dan juga pasal tentang melawan petugas. (san/bp)

Baca Juga:
> Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya
> Usai Tusuk Polisi, Rumah Terduga Anggota ISIS Digeledah di Karimun

Respon Anda?

komentar