Rombongan MT Zahrotunnisa Batam Wisata Religi ke Singapura

1514
Pesona Indonesia
Majelis Taklim Zahrotunnisa Batam foto bersama saat mengadakan silaturahmi dan  kunjungan ziarah ke Singapura, Sabtu (19/3). Foto: Ist
Majelis Taklim Zahrotunnisa Batam foto bersama saat mengadakan silaturahmi dan kunjungan ziarah ke Singapura, Sabtu (19/3). Foto: Ist

batampos.co.id – Rombongan Majelis Taklim (MT) Zahrotunnisa Batam mengadakan silaturahmi dan kunjungan ziarah ke Singapura, Sabtu (19/3) lalu. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dan bertukar informasi tentang peluang bisnis antar pengusaha kedua negara.

Rombongan dipimpin Ketua MT Zahrotunnisa Tini Rustiantini didampingi ustaz Agus. Di Singapura, mereka mengunjungi berbagai masjid. Rombongan juga berziarah ke makam Habib Noh di Masjid Haji Muhammad Salleh yang terletak di Jalan 37 Palmer Road Singapore.

Menurut Tini, sesuai keterangan pemandu wisata, diceritakan Habib Nuh bin Muhammad al-Habsyi hidup sekitar tahun 1788 M-1866 M. Makamnya terletak di Palmer Road, Tanjong Pagar, Singapura.

Keistimewaan Habib Nuh al-Habsyi makin tersohor ketika kerajaan Singapura sewaktu pembinaan lebuh raya mencoba memindahkan makamnya, tetapi gagal. Akhirnya, makamnya dibiarkan dan hingga kini terus di bawah penjagaan Mejelis Ugama Islam Singapura.

Tahun 1962, kerajaan Singapura telah mereklamasi pantai sekitar makam Habib Nuh, dan sekarang makam tersebut berada di tengah daratan dan bukan lagi tepi laut. Makam Habib Nuh al-Habsyi tetap terpelihara, sehingga sekarang dan menjadi tempat ziarah.

Rangkaian roadshow bertema Jalin Silaturahim Eratkan Ukhuwah Gapai Ridha Ilahi itu, juga mengunjungi Masjid Ba’alwi dan salat di sana. Di masjid ini rombongan disambut Harasha Bafana, Founder of The Adam dan Hawa Network. Di sini rombongan saling berdiskusi tentang informasi, kerja sama, dan peluang bisnis apa yang dijalankan antara pengusaha kedua negara.

Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al-Abdul Razak guna mengikuti Express Way KPE 12 Km, sekaligus mendengarkan ceramah ustaz Omar Maulana.

Terakhir rombongan menuju Masjid Sultan, bangunan bersejarah yang menjadi salah satu pusat syiar agama Islam sekaligus menjadi ikon wisata religi dan budaya di Singapura. Saat ini, Masjid Sultan dikelola Mejelis Ugama Islam Singapore (MUIS). ”Kunjungan yang cukup berkesan di hati kami,” ucap Tara salah satu peserta rombongan.

Tara mengaku banyak hal didapat di Singapura. Selain keindahan secara arsitekturnya, manajemen masjid yang dikunjungi begitu teratur.

”Terbukti dengan diberikannya pelayanan yang baik kepada para jamaah ataupun turis, kebersihan yang selalu terjaga, kenyamanan dan ketenangan di tempat salat, serta tetap terlindunginya nilai sejarah yang ada,” ungkap Tara. (mta)

Respon Anda?

komentar