Selamat Jalan Prajurit Sejati TNI, Kami Bangga Padamu

1358
Pesona Indonesia
Prajurit TNI yang gugur dalam insiden Helikopter TNI AD di Poso, Sulawesi Tengah, pada saat disemayamkan di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (22/3). FOTO: Puspen TNI for JPNN.com/batampos.co.id
Prajurit TNI yang gugur dalam insiden Helikopter TNI AD di Poso, Sulawesi Tengah, pada saat disemayamkan di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (22/3). FOTO: Puspen TNI for JPNN.com/batampos.co.id

batampos.co.id -Gugurnya 13 perajurit terbaik TNI dalam tugas menumpas gerombolan terduga teroris di Poso setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh, menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan masyarakat Indonesia.

Namun dibalik semua itu, ada kebanggaan karena para prajurit tersebut adalah prajurit-prajurit terbaik yang mengabdi sepenuh hati untuk NKRI.

“Wajah berduka tetapi di hati mereka ada kebanggaan. Seperti itu yang disampaikan oleh Salsabila, putri Brigjen TNI Anumerta Saiful Anwar (Danrem Tadulako) kepada saya. Ayahnya seorang yang taat beragama selalu salat berjamaah, jiwanya hanya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Selasa (22/3/2016) saat memberikan pidato persemayaman Jenazah para korban Helikopter TNI yang jatuh di Poso, Sulawesi Tengah.

Panglima TNI atas nama seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas dan berada serta keluarga almarhum yang telah gugur, mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang luar biasa.

Dalam kesempatan itu, Presiden RI Joko Widodo beserta ibu Iriana Jokowi hadir untuk memberikan penguatan kepada para prajurit.

“Kita semuanya sangat bangga kepada Presiden RI. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih telah memberi perhatian lebih bagi prajurit TNI yang gugur dalam tugas,” kata Jenderal Gatot.

Gatot juga mengucapkan terimakasih pada Presiden RI, karena telah memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula, melalui keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2016 tanggal 21 Maret 2016 tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada semua yang gugur.

“Ini suatu kehormatan yang sangat luar biasa bagi kami prajurit TNI”, ungkap Jenderal TNI Gatot.

Seperti diberitakan, helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh pada Minggu (20/3/206) pukul 17.55 WITA, di perkebunan Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, tewas.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman mengungkapkan bahwa penyebab jatuhnya heli diduga karena faktor cuaca.

“Cuaca lagi buruk saat itu,” kata Kapuspen TNI saat jumpa pers di Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (20/3/2016) malam.

Dia menjelaskan, sekitar pukul 17.20 WITA heli yang berpenumpang 13 awak berangkat dari Desa Napu menuju Poso. Dia menambahkan, tujuan mereka ialah mendarat di sebuah stadion di Kecamatan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah.

“Jarak tempuh 35 menit. Sementara lokasi jatuhnya heli, masih ada sisa 10 menit penerbangan,” terangnya.

Mengenai isu serangan kelompok Santoso akibat jatuhnya heli, Tatang menampiknya. Menurutnya, heli masih berada di ketinggian yang tidak bisa dicapai oleh senjata.

“Posisi heli masih tinggi. Kita masih menduga bahwa itu karena faktor cuaca,” kata dia.

Nama ke-13 korban yang meninggal di dalam Helikopter yaitu: Kolonel Inf. Saiful Anwar (Danrem 132/Tdl); Kolonel Inf. Heri; Kolonel Inf. Ontang R. P.; Letkol Cpm Tedy, Mayor Inf. Faqih; Kapten Dr. Yanto; Prada Kiki; Kapten Cpn Agung; Lettu Cpn Wiradi; Letda Cpn Tito; Serda Karmin; Sertu Bagus; Pratu Bangkit. (fri/jpnn/nur)

Respon Anda?

komentar