Anggota Dewan Ini Siap Serahkan Gaji Sebulan buat TNI AL

701
Pesona Indonesia
Ruslan Kasbulatov. Foto:Cecep Mulyana / Batampos
Ruslan Kasbulatov. Foto:Cecep Mulyana / Batampos

batampos.co.id – Pengawasan serta pengamanan perairan perbatasan di Laut China Selatan menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menindak praktik culas perikanan ilegal. TNI AL punya peran penting guna menjaga kedaulatan ini. Anggota Komisi I Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Ruslan Kasbulatov mengapresiasi usaha yang sudah dilakukan selama ini.

“Tanpa kerja keras TNI AL, bisa lebih parah lagi kondisi di sana,” ungkapnya, kemarin.

Namun, Ruslan dengan lantang menyatakan, siap memberikan gaji sebulannya sebagai anggota legislatif bilamana TNI AL lebih berani dalam menindak kapal-kapal asing yang nekat menerobos perairan Indonesia secara ilegal.

“Tembak saja kapalnya. Kalau memang bisa begitu, saya siap serahkan gaji saya sebulan sebagai dewan,” ungkap politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Sudah semestinya, kata Ruslan, tidak ada sebetik pun ketakutan untuk menindak kapal-kapal nakal di perairan Indonesia. Karena memang sudah diatur dalam undang-undang bersama di tingkat dunia mengenai perbatasan antarnegara.

“Sebenarnya mereka yang ketakutan. Orang kalau melanggar pasti punya was-was. Karena itu, seharusnya kita bisa berlaku lebih tegas dan berani. Ini sudah terjadi berulang-ulang kali,” ucapnya.

Kendati Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah menabuh genderang angkat senjata bagi kapal-kapal nakal yang nekat melakukan praktik perikanan ilegal, hingga kini Ruslan mengaku belum ada koordinasi dari pemerintah pusat mengenai upaya peningkatan pengamanan wilayah perairan Kepri yang berbataskan dengan negara jiran.

“Kami akan terus dukung terobosan-terobosan Bu Susi dan TNI AL untuk memberantas ilegal fishing yang merugikan nelayan Kepri,” tegas Ruslan. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar