Bea Cukai Karimun Tangkap Kapal Tanker Bermuatan 1.115 Kilo Liter Minyak Mentah

3028
Pesona Indonesia
Petugas Bea Cukai Karimun mengamankan tanker bermuatan ribuan kilo liter minyak mentah asal palembang yang tak berdokumen, Selasa (22/3/2016). Foto: Sandi/batampos
Petugas Bea Cukai Karimun mengamankan tanker bermuatan ribuan kilo liter minyak mentah asal palembang yang tak berdokumen, Selasa (22/3/2016). Foto: Sandi/batampos

batampos.co.id – Kapal patorli BC 7006 milik Kanwil Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun berhasil menangkap kapal tanker berbendera Indonesia, MT Tabon Ganen 19 GT 757 No 201511A N03676/L karena membawa 1.115 ton minyak mentah (crude oil)  tanpa dilengkapi dokumen yang sah, Selasa (22/3/2016).

”Penangkapan MT Tabon Ganen 19 terjadi di Perairan Natuna pada koordinat 01-07-45 Utara/105-28-15 Timur,” kata Kepala kanwil Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun, Farjiya kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Rabu (23/3/2016).

Ia menceritakan, saat itu, anggotanya yang berpoatroli rutin menemukan kapal tanker sedang berlayar dan dicurigai muatan tidak dilindungi dengan dokumen kepabeanan yang resmi. Pengejaran dilakukan dan berhasil dihentikan.

“Ternyata benar memang muatan minyak mentah di dalam kapal tanker tidak ada dokumen sama sekali,” ujarnya.

Pada saat ditanya kepada nakhoda kapal berinsial MA, lanjut Farjya, ia mengaku jika minyak mentah akan dibawa ke outer of port limit (OPL) sebalah barat. Minyak tersebut berasal dari Palembang. Pihaknya menduga minyak mentah tersebut akan diselundupkan ke luar negeri atau ke negara tetangga. Asal minyak sendiri belum jelas, apakah dari kebocoran pipa minyak di Palembang atau hasil lainnya.

”Yang jelas, muatan memang tidak ada dokumen, sehingga patut dicurigai asal muatan barang juga tidak jelas. Dari perhitungan penyidik kita nilai minyak mentah sebanyak 1.115 kilo liter ini sekitar Rp4 miliar dengan harga minyak mintah dunia per 22 maret 2016 sekitar Rp544.625 per barel. Untuk kerugian negara sendiri tidak terhingga, karena dapat mengganggu persediaan minyak mentah dalam negeri dan juga berpengaruh terhadap penerimaan devisa negara,” ungkapnya.

Menyinggung tentang jumlah tersangka, Farjiya menyebutkan, bahwa saat ini sudah ditetapkan tiga orang tersangka.

”Selain dari nakhoda kapal, juga ditetapkan mualim satu berinisial AMJ dan seorang warga negara asing berinisial MFJ. WNA yang ditetapkan sebagai tersangka ini diduga sebagai broker. Selain itu, hasil pemeriksaan kita dari 12 orang kru yanga da di atas kapal 3 orang tidak terdaftar di dalam daftar kru,” jelasnya.

Dilanjutkannya, hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa tiga orang yang ada di atas kjapal dan bukan terdaftar sebagai kru yang resmi naik dari Batam. Apakah ketiganya sebagai pemodal atau tidak, maka pihaknya masih melakukan penyidikan. Untuk pemilik minyak sendiri belum dapat dipastikan.

“Yang jelas, mereka dijerat pasal 102 A UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan diancam pidana maksimal 10 tahun,” kata Farjiya. (san/bp)

 

Respon Anda?

komentar