Bidang Perfilman Potensial Digarap di Tanjungpinang

612
Pesona Indonesia
 Fadjar Hutomo
Fadjar Hutomo

batampos.co.id – Deputi Akses Permodalan, Badan Ekonomi Kreatif, Fadjar Hutomo menyarankan Kota Tanjungpinang melirik sektor ekonomi kreatif bidang perfilman. Menurutnya, sektor tersebut potensial diterapkan di Tanjungpinang.

“Saya percaya anak muda Tanjungpinang kreatif. Dan mereka tahu apa yang harus diunggulkan di Tanjungpinang dan apa yang diunggah Tanjungpinang. Secara tidak langsung itu akan menjadi public relations,” ujar Fadjar usai mengisi kegiatan Lokakarya Pengrajin Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang di Aula Bulang Linggi Badan Perpustakaan Arsip dan Museum (BPAM) Kota Tanjungpinang, Rabu (23/3).

Ia mengatakan, sangat mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang. Salah satu dukungan yang diberikan, yaitu dengan mengundang Pemko Tanjungpinang di Konferensi Kota Kreatif yang akan diselenggarakan di Malang pada 31 Maret – 3 April 2016 mendatang. “Disitu bisa berinteraksi dan belajar dengan kota-kota yang program ekonomi kreatifnya lebih maju,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya tentu memberi dukungan besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dalam hal ini, kata Fadjar, Pemko Tanjungpinang harus proaktif dan memiliki inisiatif untuk mengusulkan kegiatan atau program yang akan dijalankan.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disperindag-Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang, Suyatno mengatakan, pihaknya telah menyasar sektor perfilman untuk dikembangkan. “Ke depan kami akan menyusun program menindak produksi film pendek,” ujarnya.

Menurutnya, sektor film memiliki nilai ekonomi tinggi. Jika film yang dibuat menarik, maka tanpa disadari pihak swasta akan tertarik, kemudian akan bekerja sama. “Bisa saja swasta meminta kerja sama dengan memasang iklan produk di film tersebut,” ujarnya.

Film memang bukan merupakan satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang digandrungi di Kota Tanjungpinang. Tapi kedepan pihaknya tetap melirik sektor pembuatan film pendek berkembang di Kota Tanjungpinang

Adapun 16 subsektor tersebut, yaitu aplikasi game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk fashion, film animasi dan video, fotografi, kerajinan, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukkan, seni rupa, televisi dan radio.

Sementara Kabid Ekonomi Kreatif Disperindag-Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang, Agung S Hatta menjelaskan di Kota Tanjungpinang terdapat empat subsektor yang dominan, yaitu kuliner, kerajinan, periklanan dan seni budaya.

Dalam perjalanannya, pelaku industri kreatif diakui memiliki kendala. Seperti kendala kurangnya pemahaman kewirausahaan, kurangnya pengetahuan untuk memperoleh akses permodalan, dan kurangnya iven promosi. “Karena itu, solusi ke depan kami akan melaksanakan ketiganya,” ujar Agung.

Berdasarkan data, pelaku ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang sebanyak 534 orang, yang terdiri dari pelaku usaha di tiap kelurahan, lembaga pendidikan, dan juga komunitas seperti fotografi. “Secara bertahap semua pelaku ekonomi kreatif akan kita jangkau,” ujarnya. (lra/bpos)

Respon Anda?

komentar