BPJS Kesehatan Tunggak Rp2,6 Miliar pada RSUD Teluk Kuantan

941
Pesona Indonesia
BPJS Kesehatan
Foto: Ilustrasi

batampos.co.id, PEKANBARU — RSUD Teluk Kuantan memutuskan tidak lagi melayani pasien peserta BPJS. Ini lantaran badan pemerintah itu belum melunasi pembayaran obat sebesar di RSUD sebesar Rp2,6 Miliar. Akibatnya, pihak RSUD harus menalangi pembayaran kepada pihak apotek.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Syafril menyampaika hal itu di acara forum komunikasi dengan pemangku kepentingan utama BPJS kesehatan tingkat provinsi dan forum kemitraan Provinsi Riau di kantor Gubri, Rabu (23/3).

“Pihak BPJS belum melakukan pembayaran pengadaan obat-obatan sebesar Rp 2,6 Miliar kepada RSUD, karena terjadi kesalahan pada rekening yang akan dibayarkan kepada pihak RSUD,” kata Andra Syafril.

Hal senada disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Divre Sumbar, Riau, Kepri Benjamin Saut. “Pihak BPJS akan membayarkan melalui rekening jika rumah sakit tersebut sudah BLUD. Jika belum BLUD, dalam pemanfatan dana harus perlu persetujuan pemerintah kabupaten,” ujar Benjamin Saut.

Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur menambahkan, pelayanan kesehatan adalah sesuatu yang wajib dalam UU. Atas ketiadaan obat ini, kiranya ada pembayaran obat ke salah satu supplier yang belum dibayar Rp2,6 Miliar. Lantas dipertanyakan, dan itu memang ada dianggarkan. Hanya saja, nomenklatur-nya salah.

“Ini tidak ada yang salah. Ini personal pemilik supplier dengan ketentuan rumah sakit. Saya akan panggil  pihak rumah sakit, Diskes dan Dirut RSUD Kuansing untuk meneyelesaikan ini. Ini menyangkut rakyat. Tidak main-main,” pungkasnya.(rpc/fuz)

Respon Anda?

komentar