Buruh Bangunan Dibekuk Saat Minum Tuak

792
Pesona Indonesia
Fadrin ketika diwawancarai awak media dibalik jeruji besi. foto:harry/batampos
Fadrin ketika diwawancarai awak media dibalik jeruji besi. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Tengku Muhammad Fadrin, 32, buruh bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan, yang berdomisili di Jalan Nusantara, Batu 18, Kelurahan Seilekop, dibekuk anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang saat asik mengkonsumsi minuman keras (miras) jenis tuak di Kawasan Batu 8 Atas, Tanjungpinang, Selasa (22/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Fadrin bukan ditangkap karena minum tuak, tetapi keterlibatannya dalam kasus pencurian.

“Pelaku pasrah dan tak bisa berbuat banyak saat diringkus,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan, Rabu (23/3).

Penangkapan ini bermula saat jajaran Reskrim Polres Tanjungpinang mendapati laporan adanya sindikat pencurian yang melakukan penjualan barang hasil pencurian baik secara langsung kepada pembeli maupun melalui media jejaring sosial atau Facebook. Saat anggotanya sedang ngopi di Kawasan Batu 8 atas, Tanjungpinang, mendapati seseorang yang dicurigai melakukan transaksi jual beli satu unit handphone (Hp) Merk Sony Experia Z2 dan Samsung jenis lipat kepada pembelinya. Setelah diselidiki, ternyata barang yang mau dijualnya itu merupakan hasil barang curian saat beraksi di Km 18 Mantrush Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, pada 4 Maret lalu.

“Karena TKP di wilayah Kabupaten Bintan tepatnya di Kecamatan Toapaya. Maka saya serahkan kepada jajaran Reskrim Polsek Gunung Kijang,” katanya.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Sudirman membenarkan adanya penyerahan pelaku pencurian dari Reskrim Polres Tanjungpinang kepada pihaknya. Setelah penyerahan pelaku langsung kita jebloskan kedalam sel tahanan Mapolsek Gunung Kijang.

Pelaku ini memang sedang dicari karena dilaporkan telah menggasak barang berharga dari salah seorang korban yang merupakan warga Tanjungpinang, Venita 26. Kejadian ini terjadi 4 Maret 2016, saat itu korban sedang mengendarai Mobil Fred. Ketika mobil korban sedang berhenti di Jalan Batu 18 dekat Kampung Mantrush tepat didepan rumah kerabatnya Aceng. Lalu korban meninggalkan sementara mobilnya dengan kondisi dalam keadaan tidak terkunci. Beberapa menit kemudian, sesampainya lagi di mobil dan melakukan pengecekan ia melihat tas yang berisikan satu unit Hp Sony Xperia Z2 dan Samsung lipat serta uang tunai Rp2,5 juta telah raib.

“Karena didalam mobil ada dua anaknya yang masih berusia balita. Korban meninggalkan mobil dalam kondisi tidak terkunci. Memang anaknya selamat tapi barang berharga korban raib,” katanya.

Dari hasil interogasi oleh penyidik, pelaku berusaha menyakini petugas kalau dirinya tak bersalah bahkan pelaku berdalih hanya disuruh untuk menjual barang curian itu oleh rekannya bernama Frans. Namun ketika penyidik meminta pelaku untuk menunjukkan keberadaan rekannya, pelaku memberikan jawaban berbelit-belit. Karena memberikan jawaban yang berbelit-belit maka pelaku tetap ditahan atas dasar tuduhan tindak pidana pencurian.

Kini pelaku dijerat dengan dugaan melanggar KUHP Pasal 362 tentang pencurian atau 480 tentang pertolongan jahat. Namun kasus ini tetap berlanjut dan masih terus dikembangkan lagi. Sebab pihaknya sedang memburu tersangka lainnya yang disebut-sebut sebagai dalang oleh pelaku.

“Kita jerat dengan dua pasal. Jika tersangka lainnya memang benar ada maka pelaku dikenakan pasal 480. Namun jika tidak ada maka dikenakan pasal 362. Dengan ancaman pidananya 5 tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara Fadrin ketika diwawancarai awak media dibalik jeruji besi mengaku kalau dirinya tidak melakukan pencurian melainkan hanya menjual barang dari rekannya. Bahkan dirinya tidak mengetahui kalau barang tersebut dari hasil curian.

“Saya tidak mencuri mas. Hanya disuruh jual sama rekan saya si Frans. Kalau terjual, Frans janjikan akan traktir saya minum tuak saja,” akunya sembari tertunduk lesu. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar