Cabuli Delapan Anak Didiknya Guru Ngaji Ditangkap Polisi

976
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – JI (39), salah seorang guru mengaji di Tanjung Unggat terpaksa berurusan dengan pihak berwajib karena melakukan perbuatan asusila (cabul) terhadap delapan orang anak didiknya.

Terungkapnya perbuatan cabul pria lumpuh dan harus menggunakan kursi roda tersebut berawal dari laporan dari F, warga Tanjung Unggat yang merupakan orang tua dari Bunga (10), yang menjadi korban. F melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya tersebut ke pihak Kepolisian pada Senin (21/3) lalu.

Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Abdul Mubin mengatakan terungkapnya perbuatan bejat tersebut berawal kecurigaan F, yang menemukan bercak darah di celana dalam anaknya. Selanjutnya, anaknya tersebut pun tidak pernah mau lagi pergi mengaji.

”Jadi waktu itu F menanyakan kepada anaknya kenapa tidak pergi mengaji, dijawab sama si anak macam mana mau ngaji saya di pegang-pegang dan dikorek kemaluannya oleh JI,” ujar Mubin menirukan omongan orang tua Bunga, saat ekspose kasus tersebut di kantornya, Selasa (22/3) pukul 20.00 WIB.

Diceritakan Mubin, setelah mendengar pengakuan dari Bunga, orang tuanya pun pergi menjumpai JI dan menanyakan kenapa meraba dan mengorek alat vital anaknya tersebut.

”Guru ngaji tersebut pun mengaku khilaf. Orang tua Bunga pun sempat mengatakan bisa memaafkan JI, tapi bagaimana dengan orang tua korban yang lainnya bisa tidak memaafkan bapak karena korbannya sudah banyak,” ujar Mubin kembali menirukan omongan dari orang tua Bunga.

Karena masih penasaran, lanjut Mubin, F pun kembali menanyakan kepada anaknya, yang kemudian menceritakan kejadian tersebut ternyata benar banyak korbannya.

”F pun langsung melapor ke kami. Kemudian dari laporan tersebut anggota pun langsung mendatangi rumah pelaku. Pelaku langsung di bawa ke Polsek untuk penyidikan lebih lanjut,” ucap Mubin.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, terang Mubin, perbuatan pencabulan tersebut dilakukan korban kepada semua anak didiknya. Perbuatan tersebut dilakukan pelaku sambil mengajar mengaji.

”Jadi ngajar digeranyangi dia anak didiknya itu. Rata-rata anak didiknya berusia 10 tahun,” terang Mubin.

Akibat perbuatannya, jelas Mubin, guru ngaji cabul tersebut dijerat pasal 82 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

”Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Barang bukti yang kami dapatkan yakni celana dalam warna merah yang masih ada bercak darah,” pungkas Mubin.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar