Guru Swasta Kecewa Insentif Naik Hanya Rp 100 Ribu

1715
Pesona Indonesia
Seorang guru sedang mengajar murid SD. Tahun ini, BPK meminta pertanggungjawaban dan insentif guru yang dikucurkan tahun 2015 lalu. foto:dok
Seorang guru sedang mengajar murid SD.  foto:dok

batampos.co.id – Sejumlah guru sekolah swasta mengaku kecewa sekali karena uang insentif naik hanya Rp100 ribu. Sebelumnya uang insentif senilai Rp650 ribu atau naik jadi Rp750 ribu. Sementara uang insentif guru sekolah negeri naik Rp500 ribu, dari sebelumnya sejumlah Rp750 ribu menjadi Rp 1,250 juta.

” Memang kami benar guru sekolah swasta, tapi apa bedanya guru swasta dan guru negeri yang sama-sama mengajar anak sekolah. Jika memang ada perbedaan tambahan uang insentif tersebut, tentu paling tidak berlaku adil, beda-beda tipis untuk guru sekolah swasta naik jadi Rp1 juta, itu baru adil namanya karena tanggung jawab guru sekolah swasta maupun guru sekolah negeri sama saja mendidik anak murid,” keluh Arifin CS, Kepsek MTs Al Hidayah Moro.

Disebutkan, keluhan kenaikan uang insentif jauh beda dengan guru sekolah negeri di Kabupaten Karimun ini, bukan saja dirasakan guru MTs Al Hidayah Moro, tapi juga dirasakan guru sekolah swasta yang lainnya di Kabupaten Karimun. Untuk itu, guru sekolah swasta sangat berharap pada legislatif dan eksekutif, agar dapat meninjau kembali perbedaan kenaikan uang insentif tersebut.

”Apalagi saat ini biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari semakin besar. Karenanya, kami sangat berharap sekolah adanya pertimbangan pemerintah daerah untuk menaikkan uang insentif guru swasata di Kabupaten Karimun tersebut,” kata Arifin diamini guru lainnya.(pst/bpos)

Respon Anda?

komentar