Infrastruktur Beres, BI Jamin Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen

1109
Pesona Indonesia
Gubernur BI Agus Martowardoyo. Sumber Foto: http://mysharing.co
Gubernur BI Agus Martowardoyo. Sumber Foto: http://mysharing.co

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) memuji reformasi struktural yang sedang gencar dilakukan pemerintah. Reformasi di bidang fiskal, moneter, dan perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah diyakini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Gubernur BI Agus Martowardojo meyakini pertumbuhan ekonomi tahun ini berkisar 5,2 persen hingga 5,6 persen. Optimisme tersebut didorong investasi pemerintah, konsumsi, serta investasi swasta.

Apabila reformasi struktural secara konsisten dijalankan pemerintah, ekonomi Indonesia akan mampu mengatasi perlambatan ekonomi dunia. Terutama apabila ada perbaikan pengelolaan fiskal, penghilangan subsidi energi, pemberian bantuan yang tepat sasaran, pembenahan infrastruktur, serta kualitas sumber daya manusia.

’’Pada 2018, kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5 persen,’’ yakinnya.

Agus menilai, peningkatan kekuatan ekonomi domestik sangat penting saat terjadi ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, kebijakan fiskal dan moneter harus ditujukan untuk menyokong permintaan domestik.

’’Namun, permintaan tidak dapat dioptimalkan apabila permasalahan struktural tidak diselesaikan dengan baik,’’ katanya.

Agus mengharapkan peningkatan belanja modal pemerintah, terutama sektor infrastruktur, diimbangi dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, minat investasi swasta akan semakin besar.

’’Bila swasta terlibat, kas negara tidak terbebani terlalu dalam. Pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi dengan jumlah belanja pemerintah tetap seperti saat ini,’’ tambah Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo.

Bila reformasi struktural dan pembangunan infrastruktur secara konsisten dilakukan pemerintah, dia meyakini pertumbuhan ekonomi pada 2020 bisa mencapai 7 persen. Bila infrastruktur terbangun, laju inflasi juga bisa lebih terjaga berkat biaya distribusi yang lebih rendah.

’’Koordinasi pemerintah, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia harus benar-benar baik agar inflasi terjaga di kisaran 3–5 persen,’’ ujar Perry. (dee/c4/noe/jpgrup)

Respon Anda?

komentar