Anwar Tham In (50) dan Yulia (46) yang ditangkap petugas Bea Cukai di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Jumat (11/3). Foto: Eggi/ batampos.co.id
Anwar Tham In (50) dan Yulia (46) yang ditangkap di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Jumat (11/3).
Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Dalam penyampaian yang dilakukan pihak BNN Kepri di setiap ekspos tangkapan narkoba, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengharapkan Badan Narkotika Nasional (BNN)mengkomunikasikan dengan mengabarkan dampak narkoba yang beredar.

“Sebaiknya tidak menyebutkan berapa nilai narkoba yang ada di tangan mereka. Akan lebih bagus jika yang disampaikan itu dampaknya,” ujar Jumaga dalam obrolan di ruangannya kemarin.

Jumaga memaparkan pernyataan yang biasa disebutkan seperti barang bukti berupa 2 kg narkoba senilai sekian miliar akan semakin mengundang rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba. “Malah nanti banyak yang mencoba cari celah, karena nilai yang disebutkan,” lanjutnya.

Akan lebih baik, menurut Jumaga, jika BNN hanya mengabarkan dampaknya yang mampu merusak ratusan remaja atau puluhan keluarga atau bahkan merusak generasi ke depan. Jika hitungan narkoba dan prediksi jumlah korban mendekati kenyataan, Jumaga menilai bahkan akan lebih baik.

“Secara tak sadar akan menimbulkan kekhawatiran. Beda kalau yang disebutkan nilai uangnya. Dengan kondisi ekonomi masyarakat yang tidak terlalu baik, khawatir malah akan mengundang pemikiran ke arah sana,” tutur Jumaga lagi.

Jika ingin menekan jumlah pengedar maupun pengguna narkoba, Jumaga menilai tidak ada salahnya BNN mencoba dengan merubah pola pikir dan cara komunikasi dengan cara tersebut.

“Kasih tahu sisi yang paling membahayakan itu menurut saya akan lebih efektif,” tutur Ketua DPRD yang sempat berprofesi sebagai pengacara aktif ini.

Selain memberikan masukan terkait ekspos BNN, Jumaga juga menyampaikan DPRD Kepri dalam hal mendukung pemberantasan narkoba juga akan menjalin kerja sama. Memorandum of Understanding (MoU) antara DPRD Kepri dan BNN Kepri ini lanjutnya, akan segera ditandatangani pada pekan depan.

Dimana tindak lanjut dari MoU tersebut juga berupa persetujuan untuk melakukan tes urine. “Kinerja BNN selama ini sudah sangat baik. DPRD juga akan mendukung pemberantasan narkoba dimulai dari internal kami,” tutupnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar