Maret Peringatan Terakhir Pemilik Kios Liar di Batam

1040
Pesona Indonesia
Deretan kios liar yang berada di Simpang Kara, Batam Kota. Ketua Tim Terpadu Penertiban Kota Batam, Syuzairi menyatakan telah memberikan batas waktu (deadline) bagi kios-kios liar di Batam untuk menertibkan sendiri bangunannya sampai 30 Maret mendatang. Foto: Reza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Deretan kios liar yang berada di Simpang Kara, Batam Kota. Ketua Tim Terpadu Penertiban Kota Batam, Syuzairi menyatakan telah memberikan batas waktu (deadline) bagi kios-kios liar di Batam untuk menertibkan sendiri bangunannya sampai 30 Maret mendatang.
Foto: Reza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Tim Terpadu Penertiban Kota Batam, Syuzairi menyatakan telah memberikan batas waktu (deadline) bagi kios-kios liar di Batam untuk menertibkan sendiri bangunannya sampai 30 Maret mendatang.

Terhitung pada tanggal itu, beberapa kios liar di Batam sudah harus mendapat SP3 (Surat Peringatan ketiga) atau peringatan terakhir sebelum keluarnya SP pembongkaran.

”Pada tanggal itu, SP3 untuk beberapa kawasan sudah harus selesai,” kata Syuzairi di Kantor Wali Kota Batam, kemarin.

Karena itu, sambung dia, sembari menunggu batas waktu tersebut pihaknya tengah memetakan lokasi-lokasi kios liar yang akan ditertibkan dalam waktu dekat. Mengingat, Tim Terpadu belum akan menertibkan semua kios liar dalam waktu bersamaan karena beberapa alasan, termasuk keterbatasan anggaran penertiban.

”Ada beberapa yang diprioritaskan, seperti di Pasir Putih Batam Kota itu,” sebut Syuzairi.

Sayangnya, pria yang juga menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan Pemko Batam itu, belum mau merinci kios liar lain yang masuk prioritas penertiban dalam waktu dekat.

”Yang utama itu seperti yang melanggar dari sisi pidana, misalnya kios liar itu mengganggu ketertiban umum, maka harus ditertibkan,” jelasnya.

Meski begitu, ia menyebut pihaknya akan segera bertindak usai menyusun jadwal penertiban. ”Kalau rapat, cukup satu atau dua kali saja nanti langsung kita tertibkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syuzairi juga mengungkap rencana pihaknya yang tengah mencari solusi bagi para pedagang yang berjualan di kios liar tersebut. Pasalnya, kata dia, walau bagaimanapun pemerintah daerah harus mengupayakan alternatif seperti relokasi untuk keberlangsungan usaha penghidupan warganya.

”Kita mencari format solusi relokasi, sambil kita berikan SP tersebut,” katanya. (rna)

Respon Anda?

komentar